Google Doodle Tampil Futuristik Rayakan Hari Perempuan Internasional

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Google kembali menampilkan doodle, Minggu (8/3) memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day. 

Peringatan ini menandai 115 tahun sejak pertama kali Hari Perempuan Internasional ditetapkan pada 8 Maret 1911.

Dalam tampilan hari ini, Google menghadirkan desain logo dengan sentuhan ilustrasi sains dan geometri. Warna yang digunakan berupa gradasi ungu, biru, hingga merah muda, menciptakan kesan modern sekaligus futuristik.

Logo Google tetap mempertahankan bentuk dasarnya, namun sejumlah huruf dimodifikasi dengan elemen visual yang menggambarkan dunia ilmu pengetahuan.

Huruf “G” di sisi kiri tampil sederhana dengan efek warna gradasi. Setelahnya, huruf “o” pertama diganti dengan bentuk kubus transparan. Di dalam kubus tersebut terlihat gelombang yang menyerupai cairan atau grafik, sehingga memberi kesan eksperimen atau fenomena ilmiah.

Di depan kubus itu terdapat penggaris kecil. Elemen ini melambangkan proses pengukuran, penelitian, serta semangat belajar dalam dunia sains.

Sementara itu, huruf “o” kedua digambarkan sebagai bola besar yang menyerupai planet atau atom. Beberapa bola kecil tampak mengelilinginya dalam pola orbit. Visual tersebut mengingatkan pada model atom maupun sistem tata surya yang identik dengan eksplorasi ilmu pengetahuan, khususnya fisika.

Di bagian kanan, huruf “g”, “l”, dan “e” tetap mempertahankan bentuk asli logo Google. Namun ketiganya diberi sentuhan warna gradasi yang sama agar selaras dengan elemen ilmiah di bagian tengah doodle.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Sejarah International Women’s Day bermula dari perjuangan panjang perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan hak dengan laki-laki, terutama dalam bidang pekerjaan, politik, dan kehidupan sosial.

Pada awal abad ke-20, banyak perempuan di Amerika Serikat dan Eropa melakukan aksi dan gerakan buruh. Mereka menuntut kondisi kerja yang lebih baik, upah yang adil, serta hak untuk memilih dalam pemilu.

Dari gerakan tersebut kemudian muncul gagasan untuk menetapkan hari khusus yang didedikasikan bagi perjuangan perempuan di seluruh dunia.

Pada tahun 1909, Partai Sosialis Amerika mengadakan National Woman’s Day pertama di Amerika Serikat untuk menyoroti perjuangan perempuan dalam mendapatkan hak politik dan ekonomi.

Ide ini kemudian berkembang ke tingkat internasional melalui aktivis perempuan asal Jerman, Clara Zetkin. Ia mengajukan gagasan tersebut dalam Konferensi Sosialis Internasional tahun 1910.

Konferensi tersebut akhirnya menyetujui usulan untuk menetapkan satu hari internasional yang didedikasikan bagi perjuangan hak perempuan di seluruh dunia.

Sejak saat itu, 8 Maret diperingati secara global sebagai Hari Perempuan Internasional dan menjadi momentum penting untuk menyoroti kesetaraan gender serta kontribusi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.