Kabut Asap Selimuti Makassar, Pasien ISPA di RSUD Daya Meningkat

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar meningkat di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan terjadi pada layanan rawat jalan, rawat inap, hingga instalasi gawat darurat (IGD).

Penanggung Jawab Humas RSUD Daya Makassar, Wisnu Maulana, mengatakan tren kasus ISPA saat ini lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"Kasus ISPA trennya agak meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, baik pasien rawat jalan, rawat inap, maupun IGD," ujarnya saat diwawancarai, Kamis (15/10) pagi.

Menurut Wisnu, peningkatan itu berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026. Dalam periode tiga bulan tersebut, kenaikan jumlah pasien berada di kisaran 13 hingga 20 persen.

Kenaikan yang tercatat di semua jenis layanan menunjukkan beban penanganan penyakit pernapasan di rumah sakit tersebut ikut bertambah.

Meski demikian, pihak rumah sakit belum merinci jumlah pasien secara absolut maupun sebaran kasus berdasarkan kelompok usia.

ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, dan sesak napas.

Paparan asap dan partikel polutan di udara dapat memicu iritasi saluran napas dan memperburuk kondisi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru atau jantung.

Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, memakai masker saat harus keluar rumah, memperbanyak minum air putih, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila batuk, demam, atau sesak napas tidak kunjung membaik.

Diberitakan sebelumnya, kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan IQAir pada Kamis (15/10) pagi.

Meski belum masuk kategori tidak sehat, keberadaan partikel polutan di udara tetap perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Berdasarkan data IQAir pada pukul 05.00 waktu setempat, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Makassar tercatat sebesar 76 dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 mencapai 22,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil, yakni berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil.