Makassar Lompat dari Posisi 52 ke Peringkat 9 Kota Toleran Nasional

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kota Makassar kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional menempati peringkat 9 kota paling toleran di Indonesia berdasarkan rilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2026 oleh SETARA Institute.

Capaian ini menempatkan Makassar sebagai salah satu kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik, sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Penilaian IKT yang diumumkan di Jakarta pada 22 April 2026 mengukur komitmen pemerintah daerah dalam mendorong toleransi melalui regulasi, kebijakan, serta dinamika sosial masyarakat. Hasil terbaru menunjukkan lonjakan peringkat Makassar dari posisi ke-52 pada 2024 menjadi peringkat ke-9 secara nasional pada 2025.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad, menilai capaian ini sebagai hasil kolaborasi lintas sektor yang semakin solid.

"Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terbangun selama ini semakin kuat," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, sinergi antara kepemimpinan pemerintah, birokrasi, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Ia menambahkan bahwa arah kebijakan yang inklusif turut memperkuat praktik toleransi di tingkat masyarakat.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa studi IKT telah dilakukan secara konsisten sejak 2015 untuk memetakan praktik terbaik dalam pengelolaan keberagaman di kota-kota Indonesia.

"Studi IKT dimaksudkan untuk mempelajari praktik-praktik baik yang dilakukan oleh elemen-elemen kota, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam hal toleransi, inklusivitas, dan tata kelola kebhinekaan kota," ujarnya.

Ia menilai lonjakan peringkat Makassar mencerminkan kemajuan nyata dalam kebijakan dan praktik toleransi yang dijalankan pemerintah bersama masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Makassar, Fathur Rahim, menegaskan peningkatan tersebut merupakan hasil proses panjang dan kerja kolektif berbagai pihak.

"Capaian ini lahir dari proses panjang, melalui kebijakan yang terukur dan implementasi nyata di lapangan, serta dukungan aktif dari berbagai stakeholder," katanya.

Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin disebut terus mendorong program konkret, seperti fasilitasi kegiatan keagamaan, dukungan hibah bagi organisasi keagamaan, penguatan peran FKUB, hingga pembentukan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai wilayah percontohan.

Selain itu, Makassar juga meraih Harmony Award 2025 yang semakin menguatkan pengakuan atas upaya menjaga kerukunan antarumat beragama.

Masuknya Makassar dalam daftar 10 besar menempatkannya sejajar dengan kota-kota besar lain seperti Semarang, Surabaya, dan Jakarta dalam hal komitmen menjaga keberagaman. Capaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai toleransi dan inklusivitas di tengah masyarakat.