Melinda Aksa Bawa Makassar Lebih Hijau, Inklusif dan Produktif

Ketua PKK Kota Makassar dan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar, Melinda Aksa - (foto by dok PKK Kota Makassar)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di balik berbagai program pembangunan di Kota Makassar, ada satu benang merah yang terus diperkuat Melinda Aksa, yakni membangun masyarakat yang mandiri, inklusif, dan peduli lingkungan.

Sebagai Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa menggerakkan beragam program yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Mulai dari penanganan persoalan sampah, penguatan ketahanan pangan melalui urban farming, peningkatan kualitas pendidikan inklusi, hingga pembinaan UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian utama. Di tengah kondisi persampahan Makassar yang telah memasuki fase darurat dengan timbunan mencapai sekitar 1.000 hingga 1.644 ton per hari, sementara kapasitas pengangkutan baru mampu menjangkau sekitar 67 persen, Melinda menggencarkan gerakan pemilahan sampah sejak dari rumah dan sekolah. 

Inovasi Sentra Tukar Sampah di Kecamatan Tallo turut dihadirkan sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Program tersebut diperkuat melalui pengembangan urban farming. Sampah organik diolah menjadi kompos, pupuk, hingga budidaya maggot yang bernilai ekonomi. Sementara lahan-lahan produktif di berbagai kecamatan dimanfaatkan menjadi kawasan pertanian kota melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Kawasan urban farming modern juga dikembangkan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, serta Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, lengkap dengan fasilitas riset, pengembangan benih, dan cold storage.

Di bidang pendidikan, Melinda Aksa aktif mendorong pendidikan yang inklusif. Pelatihan Guru Pendamping Khusus (GPK) terus diperluas agar anak berkebutuhan khusus memperoleh hak pendidikan yang setara. Di saat yang sama, berbagai kegiatan literasi dan parenting rutin digelar untuk memperkuat peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Komitmen pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui pembinaan UMKM. Sebagai Ketua Dekranasda Makassar, Melinda Aksa konsisten membina perajin muda dan mengembangkan subsektor kriya serta fesyen lokal. Hasilnya, produk UMKM Makassar berhasil menembus pasar nasional hingga internasional.

Pada ajang INACRAFT, produk binaan Dekranasda Makassar mencatatkan transaksi hingga Rp75 juta. Berbagai karya unggulan juga dipromosikan dalam forum bergengsi, termasuk APEKSI 2026 di Medan dan sejumlah kegiatan internasional.

Melalui rangkaian program tersebut, Melinda Aksa terus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang berdaya, lingkungan yang lestari, pendidikan yang inklusif, dan ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.