'Pekerjaan Rumah' RT/RW Terpilih: Data Akurat hingga Antisipasi Banjir

Pelaksanaan pemilihan Ketua RT di Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala - (ist)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemilihan Ketua RT/RW serentak di Kota Makassar untuk periode 2025 tuntas di seluruh kelurahan. 

Dua kelurahan di Kecamatan Bontoala dan Tallo memastikan proses berjalan aman dan kondusif. Setelah dinyatakan terpilih, para Ketua RT/RW kini langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan prioritas sebelum pelantikan 29 Desember 2025 mendatang.

Pelaksanaan pemilihan RW yang digelar pada Senin (8/12) berlangsung lancar, termasuk di Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala. CelebesMedia.id yang memantau langsung pada Selasa (9/12) mendapati proses pemilihan berjalan terbuka tanpa gesekan.

Lurah Timungan Lompoa, Harlawaty, menegaskan pemilihan dilakukan secara transparan.

“Alhamdulillah pelaksanaan pemilihan mulai RT hingga ke RW itu berjalan dengan kondusif, adil, jujur, pokoknya kita transparan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa wilayahnya menghindari intervensi dari pihak mana pun.

“Karena di sini mengingat kita menjunjung tinggi bahwa kita di sini semua sama, tidak ada pihak-pihak yang berkepentingan, intervensi, tidak ada tekanan sama sekali,” tambahnya.

Di Timungan Lompoa, sebanyak 23 Ketua RT terpilih dari sekitar 50 calon, serta lima Ketua RW dari 16 calon. Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 797 KK.

Setelah pemilihan, Harlawaty langsung memberikan tugas awal yang harus diselesaikan perangkat RT/RW. Menurutnya, pemutakhiran data penduduk menjadi prioritas mutlak.

“PR Utama yang saya akan berikan kepada RT/RW terpilih mengenai pendataan dulu, data penduduk,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya sebagai lurah baru membutuhkan data terperinci terkait kondisi sosial warga.

“Data warga miskin, putus sekolah, anak stunting, disabilitas, maupun lansia, itu yang saya prioritaskan pertama,” jelasnya.

Harlawaty berharap RT/RW dapat bersinergi dengan kelurahan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Kita harus betul-betul menjalankan pelayanan ini ke bawah, karena lebih ke pelayanan masyarakat,” tutupnya.

Situasi serupa terlihat di Kelurahan Wala-walaya, Kecamatan Tallo. Lurah Ahmad Jujur Latif menyebut proses pemilihan berlangsung tanpa hambatan besar, meski ada sedikit kendala terkait DPT

“Cuma memang ada warga yang tidak masuk di DPT, jadinya tidak dapat undangan. Cuma itu kendalanya kemarin,” ungkap Ahmad.

Kendala tersebut muncul karena beberapa warga tidak berada di rumah saat pendataan atau memiliki Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai domisili. Ahmad menegaskan bahwa kelurahan wajib mengikuti aturan teknis.

“Itu keputusan dari kecamatan, bahwa kita harus mengikuti Perwali dan Juknis, juga tahapannya. Jadi kalau sudah lewat tahapannya, tidak bisa lagi, karena sudah dirampungkan,” jelasnya.

Dengan total DPT 1.644 KK, Wala-walaya menetapkan lima RW dan 37 RT terpilih. Kebanyakan merupakan tokoh masyarakat dengan tingkat partisipasi tinggi.

Salah satu pekerjaan besar yang menanti para Ketua RT/RW adalah kesiapsiagaan lingkungan.

“PR-nya mungkin di sini rawan banjir. Kalau ada yang seperti itu cepat melapor, supaya satgas kecamatan cepat turun menangani,” ujar Ahmad.

Ia menekankan pentingnya Ketua RT mengenali warganya dengan baik.

“Karena kalau jadi RT itu yang pertama kalau ada yang terjadi di bawah,” pungkasnya.

Laporan: Rifki