UEFA Kecam Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Konfederasi Sepak Bola Eropa
(UEFA) mengecam keras rencana FIFA yang dikabarkan akan menjual saham
kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.
UEFA menilai langkah tersebut melampaui batas tata kelola
sepak bola dan berpotensi mengancam masa depan olahraga paling populer di
dunia.
Dalam pernyataan resminya, Selasa (28/7), UEFA menegaskan
bahwa sepak bola tidak boleh diperlakukan sebagai aset komersial yang dapat
diperjualbelikan tanpa transparansi.
"UEFA menanggapi hal ini dengan sangat serius. Demikian
pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional dan setiap pemangku
kepentingan: liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, serta siapa pun yang
peduli terhadap masa depan olahraga ini," tulis UEFA.
UEFA juga menegaskan bahwa FIFA bukan pemilik sepak bola
sehingga tidak memiliki kewenangan untuk menjual kepentingan atas kompetisi
paling bergengsi tersebut.
"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk
diperdagangkan—terlebih lagi tanpa adanya transparansi mengenai siapa yang
memperoleh keuntungan finansial. Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak
bola. Sepak bola bukanlah milik FIFA untuk dijual," lanjut pernyataan itu.
Reaksi UEFA muncul setelah harian Inggris The Times
melaporkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, tengah mengkaji penjualan sebagian
saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Skema tersebut disebut berpotensi menghasilkan pendapatan
hingga puluhan miliar dolar AS melalui pembentukan perusahaan yang akan
mengelola hak komersial turnamen utama FIFA, termasuk Piala Dunia putra, Piala
Dunia putri, dan Piala Dunia Antarklub.
Laporan itu juga menyebut pembicaraan dengan sejumlah
investor telah berlangsung dan melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan
dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menanggapi isu tersebut, FIFA dalam pernyataan resminya pada
Selasa menyebut tengah mengkaji upaya meningkatkan pendanaan pengembangan sepak
bola global hingga lebih dari US$10 miliar.
Namun, rencana tersebut masih harus mendapatkan persetujuan
dari asosiasi anggota FIFA sebelum dapat direalisasikan.
