Dua KTP Korban ATR 42-500 Ditemukan, Salah Satunya Milik Kopilot
Dompet dan kartu identitas kopilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan - (ist)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Tim SAR gabungan menemukan barang-barang yang diduga kuat milik korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta–Makassar.
Barang tersebut ditemukan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Salah satu temuan penting dalam operasi pencarian tersebut adalah dompet berisi KTP atas nama M. Farhan Gunawan, kopilot pesawat naas tersebut. Selain KTP juga ditemukan sejumlah uang tunai.
Berdasarkan laporan perkembangan operasi SAR hingga Senin (19/1/2026) malam, selain KTP milik M. Farhan Gunawan, tim juga menemukan dompet lain berisi KTP Dwi Murdiono, satu lembar STNK atas nama Koharuddin, ransel kecil, satu unit tablet, serta sejumlah barang pribadi lain dalam kondisi rusak.
Pada waktu terpisah, tim SAR gabungan yang tiba di Posko Tompobulu turut membawa temuan berupa pouch berisi catokan rambut, hairdryer, tas, dan perlengkapan kosmetik. Barang-barang tersebut ditemukan di sekitar bagian kepala pesawat pada kedalaman kurang lebih 300 meter dari titik jatuh.
Sementara itu, SRU lainnya juga melaporkan penemuan satu unit telepon genggam merek Samsung dari area pencarian. Seluruh barang temuan telah diamankan, didata serta dicatat titik koordinat penemuannya sesuai prosedur yang berlaku untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lanjutan.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Kelas A Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1/2026) siang, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa fokus utama operasi masih tertuju pada pencarian dan evakuasi korban.
“Kurang dari 24 jam lokasi kejadian kecelakaan sudah bisa kita temukan dan fokus fari operasi yang kita laksanakan adalah pencarian terhadap korban. Saat ini kita terfokus dalam memanfaatkan golden time. Kita semuanya berharap bahwa operasi yang kita laksanakan bisa segera menemukan dan mengevakuasi semua korban dan harapan kita dalam kondisi selamat.”
Syafii menjelaskan, di lapangan tim SAR telah menemukan sejumlah tanda dan bukti yang diduga merupakan bagian pesawat maupun barang milik korban. Seluruh temuan tersebut akan dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak berwenang.
“Di lapangan kita memang sudah menemukan beberapa tanda-tanda, bukti-bukti dan ini sedang dalam proses kalau itu bagian dari pesawat dalam rangka kita kumpulkan nanti kita akan serahkan kepada KNKT. Untuk itu juga korban yang sudah ditemukan kita akan serah terimakan kepada DVI Mabes Polri.”
Ia menegaskan bahwa proses identifikasi korban sepenuhnya menjadi kewenangan tim DVI Polri.
“Untuk menentukan identitas dari korban tentunya bukan dari kita.”
Lebih lanjut, Syafii mengungkapkan bahwa lokasi kecelakaan berada di medan yang sangat ekstrem dan menyulitkan proses evakuasi.
“Saya ingin sampaikan bahwa lokasi kejadian berada dalam kondisi tebing yang sangat terjal, curam. Berikut juga dengan kedalaman, korban diperkirakan ada di kedalam 500 meter dari puncak.”
Terkait metode evakuasi, Basarnas sebelumnya memprioritaskan jalur udara karena waktu tempuh yang relatif singkat. Namun, kondisi cuaca menjadi kendala utama.
“Awalnya kita merencanakan bahwa prioritas utama yang kita utamakan adalah melalui udara, karena memang perjalanan menuju lokasi untuk ditempuh dengan pesawat helikopter kurang dari 10 menit, namun karena kondisi cuaca misi tersebut belum bisa kita laksanakan.”
Meski demikian, upaya evakuasi melalui jalur darat tetap dilakukan sambil menunggu peluang operasi udara.
“Saat ini berupaya unsur darat juga berusaha untuk mendekat ke sana.”
Basarnas memastikan operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengerahkan lebih dari 1.200 personel, membagi area pencarian ke dalam empat sektor, serta mengombinasikan pencarian darat dan udara dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di medan yang terjal dan berisiko tinggi.
Laporan: Rifki
