Sidak Takjil Pasar Terong dan Toddopuli, Dinkes-BPOM Pastikan Aman
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nur Saidah Sirajuddin, Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irawan, menunjukkan sampel takjil yang aman dan berhasil melalui uji lab - (foto by Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dinas Kesehatan Kota Makassar bersama Balai Besar POM Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan takjil di Pasar Terong dan Pasar Toddopuli, Senin (23/2/2026).
Hasil rapid test menunjukkan seluruh sampel aman dari boraks, formalin, dan pewarna tekstil.
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nur Saidah Sirajuddin, memimpin langsung pemeriksaan di Pasar Terong. Tim gabungan terdiri dari Balai POM, PD Pasar, Disperindag, dan Satpol PP. Sampel diambil secara acak dan langsung diuji di lokasi.
Produk yang diperiksa meliputi cendol, cincau, kolang-kaling, agar-agar, biji delima, serta mi basah ukuran kecil dan besar. Pengujian menggunakan metode rapid test sehingga hasil diketahui dalam hitungan menit.
“Hari ini kita periksa di Pasar Terong, sudah ada di dua titik, berkolaborasi dengan Balai POM, PD Pasar, Dinas Kesehatan untuk sama-sama turun dan Alhamdulillah dua tempat yang kita periksa, takjil dan bahan mi, tidak ada yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti boraks atau formalin, dan mereka juga memakai pewarna makanan yang sesuai,” beber Nur Saidah.
Ia menjelaskan, sidak digelar pada hari kelima Ramadan sebagai pengawasan rutin tahunan. Tujuannya memastikan keamanan pangan di pasar tradisional yang menjadi pusat belanja warga.
“Harapan kita ke depan terkait kondisi seperti ini karena hari ini adalah hari kelima Ramadan, berharap dari hari kelima Ramadan setelah kita periksa itu mereka tetap mempertahankan sampai dengan terakhir Ramadan untuk bagaimana masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya mengonsumsi bahan pangan yang aman,” tambahnya.
Selain uji kandungan kimia, petugas juga mengedukasi pedagang tentang kebersihan dan sanitasi. Langkah ini penting untuk mencegah cemaran fisik maupun biologis serta menjaga kepercayaan konsumen.
Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irawan, menegaskan pengawasan ini merupakan bentuk kehadiran negara saat kebutuhan pangan meningkat di bulan Ramadan.
“Ini merupakan bentuk negara hadir dalam rangka melindungi masyarakat terutama pada bulan-bulan Ramadan, di mana biasanya kan terjadi peningkatan permintaan masyarakat tentang kebutuhan pangan,” tutur Yosef.
Ia mengingatkan, pangan aman tidak hanya bebas boraks dan formalin. Produk juga harus terhindar dari cemaran fisik dan biologis. Pedagang diminta menjaga kualitas bahan serta proses pengolahan hingga akhir Ramadan.
Laporan: Rifki
