Gouverneur Woning: Istana Kolonial Saksi Sejarah Makassar
Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Jalan Jendral Sudirman - (foto by Simcabud Kota Makassar)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, berdiri sebuah bangunan kolonial yang tampil anggun. Gouverneur Woning, rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 33. Pada masa lalu, ruas jalan ini dikenal dengan nama Hospital Weg.
Bangunan ini didirikan pemerintah kolonial Belanda pada 1935 sebagai kediaman dinas pejabat tinggi Belanda. Kehadirannya juga menjadi pembatas antara kawasan permukiman dan area perkantoran. Menurut catatan Simcabud Kota Makassar, rumah ini disiapkan bagi seorang jenderal Belanda bernama Haze Winkelman, yang menempatinya menjelang kedatangan Jepang ke Indonesia.
Awalnya, bangunan berdenah persegi panjang dengan dua lantai. Seiring waktu, bagian timur dan sisi depan selatan ditambah dan dibuat menonjol, membentuk dua bangunan kembar berbentuk silinder yang mengapit sebuah teras panjang. Pemugaran pernah dilakukan pada 1960 dan 1974, sehingga kondisinya tetap terjaga hingga kini.
Fungsi rumah ini pun berganti-ganti: dari kediaman Gubernur Hindia Belanda, Istana Kepresidenan Indonesia Timur, hingga akhirnya menjadi rumah jabatan Gubernur Sulsel. Dengan luas sekitar 1.800 meter persegi, rumah ini memiliki sejumlah ruang utama, antara lain ruang oval untuk menerima tamu, ruang keluarga, kamar utama, dan dapur, lengkap dengan taman luas yang terawat.
Sebagai bagian dari cagar budaya, rumah ini menyimpan banyak cerita. Presiden Sukarno disebut pernah menginap di sebuah kamar di sudut kiri bangunan saat berkunjung ke Sulawesi Selatan. Selain beliau, Presiden Megawati juga tercatat pernah bermalam di kamar lantai dua. Ada pula keterangan yang menyebut rumah ini semula dibangun untuk Ratu Wilhelmina.
Sumber: Simcabud Kota Makassar (makassarkota.go.id)
