Solusi Ramah Lingkungan, Kurban Bosowa Peduli Pakai Besek

Solusi Ramah Lingkungan, Kurban Bosowa Peduli Pakai Besek - (foto by Bucek)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ribuan anyaman besek bambu tradisional berjejer rapi di pelataran Masjid 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (27/5) pagi.

Di tengah hiruk-pikuk Festival Keberkahan Qurban 1447H/2026 yang diinisiasi oleh Bosowa Peduli, panitia berkomitmen penuh untuk mengharamkan penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam mengemas daging kurban, demi menjaga kelestarian lingkungan Kota Makassar.

Penggunaan besek bambu ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain ramah lingkungan karena sifatnya yang mudah terurai secara alami (biodegradable), besek anyaman bambu memiliki pori-pori udara mikro yang sangat baik untuk menjaga kualitas daging.

Sirkulasi udara yang lancar di dalam besek mampu menghambat kelembapan berlebih, sehingga dapat menekan pertumbuhan bakteri pembusuk dan menjaga daging tetap segar serta tidak berbau pesing selama proses distribusi ke rumah warga.

Ketua Penyelenggara Keberkahan Qurban Bosowa Peduli, Hafit Timur Mas'ud, menegaskan bahwa kebijakan hijau ini merupakan langkah berkelanjutan yang sejalan dengan instruksi dari jajaran pimpinan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

"Kemasan daging kita pakai besek dari tahun lalu, ya. Jadi memang kita menghindari plastik, sesuai dengan arahan tadi (Wali Kota Makassar) Pak Appi juga dan dari tahun lalu Bu Melinda juga sudah menegaskan ke kami bahwa apa namanya, penggunaan plastik itu kalau boleh tidak digunakan. Dan memang kami memilih untuk tidak menggunakan plastik, kita menggunakan besek," ujar Hafit di sela-sela acara.

Festival yang dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua Yayasan Aksa Mahmud Melinda Aksa ini, berhasil menghimpun total 98 ekor sapi dan 37 ekor kambing.

Khusus di Masjid 45 Makassar, panitia mengeksekusi 26 ekor sapi, sementara puluhan hewan kurban lainnya didistribusikan ke 10 provinsi dan 17 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Keberkahan kurban ramah lingkungan ini kian masif berkat adanya sumbangan sapi-sapi berbobot premium dari para tokoh Bosowa, seperti milik Munafri Arifuddin, Melinda Aksa, dan CEO Bosowa Subhan Aksa yang mampu menghasilkan daging bersih berkisar 150 hingga 170 kilogram per ekor.

Dengan rata-rata berat isi besek mencapai 70-75 kilogram per ekor sapi, Timur optimistis target kemanusiaan mereka akan terpenuhi secara maksimal.

"Target kami memang sekitar 7.000 sampai 8.000 penerima manfaat secara keseluruhan," pungkas Hafit T. Mas'ud.