Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Artileri Israel di Lebanon

Prajurit TNI berhasil menuntaskan penugasan sebagai Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P/ UNIFIL, Februari lalu – (foto by tni.mil.id)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi satu personel TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon gugur akibat serangan artileri Israel pada Minggu (29/3).

Selain korban jiwa, tiga prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa para korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

"Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu satu orang meninggal dunia, satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan," ujar Rico, Senin (30/3), dikutip dari kantor berita nasional ANTARA.

Peristiwa tragis ini terjadi di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut. Serangan artileri dilaporkan menyasar langsung ke lokasi tempat kontingen Indonesia bertugas.

Menurut Rico, situasi di lapangan saat ini masih dalam proses pendalaman. Pihak UNIFIL juga tengah melakukan klarifikasi terkait detail serangan yang mengenai markas penjaga perdamaian tersebut.

Rico menjelaskan peristiwa itu terjadi lantaran adanya eskalasi konflik yang meningkat di wilayah Lebanon.

Eskalasi konflik itu semakin meningkat hingga akhirnya serangan artileri menyasar ke lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.

"Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas Rico

Rico memastikan pihak Mabes TNI akan menyampaikan informasi lebih lengkap dan terbaru terkait insiden tersebut.

"Untuk perkembangan operasional lebih lanjut akan disampaikan oleh TNI," ucap dia.