Munafri Buka Job Fair Makassar 2026, 1.547 Lowongan Tersedia

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membuka Makassar Job Fair 2026 di Mall Phinisi Point, Rabu (19/8/2026). 

Kegiatan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan ini menjadi upaya memperluas akses kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.

Makassar Job Fair 2026 berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang tengah membuka kebutuhan tenaga kerja.

Sebanyak 50 perusahaan ambil bagian dengan menyediakan sekitar 344 jenis lowongan. Total kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.547 posisi yang dapat diakses masyarakat Kota Makassar.

Munafri menyebut persoalan ketenagakerjaan masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah kota. Upaya penanganannya dilakukan melalui pelatihan, bantuan, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penyediaan ruang untuk bekerja dan mengembangkan usaha.

“Persoalan ketenagakerjaan di Kota Makassar menjadi persoalan yang menjadi prioritas yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota. Berbagai macam kegiatan telah kita lakukan dengan melibatkan berbagai sektor,” katanya.

Menurut Munafri, berbagai program tersebut mulai memberikan dampak terhadap kondisi ketenagakerjaan di Makassar

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Makassar turun jadi 9 persen dari total penduduk angkatan kerja sebanyak 688.454 orang. Artinya jumlah pengangguran di Makassar sekitar 66.065 warga. Angka itu masih dinilai cukup tinggi sehingga perlu ditekan melalui program yang lebih terarah.

“Ini masih relatif tinggi, sehingga dibutuhkan akselerasi dan kegiatan-kegiatan yang bisa membuat angka pengangguran ini bisa lebih ditekan lagi. Dan salah satu yang kita lakukan hari ini dengan membuat yang namanya Makassar Job Fair,” ujarnya.

Job Fair 2026 juga diarahkan untuk membuka kesempatan kerja yang lebih inklusif. Penyandang disabilitas mendapat ruang untuk mengikuti proses rekrutmen sesuai kompetensi dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

Munafri menekankan seluruh proses penerimaan tenaga kerja harus berlangsung transparan dan berbasis kemampuan. Ia meminta tidak ada praktik titip-menitip dalam rekrutmen agar kesempatan kerja dapat diakses secara adil.

Keterlibatan 50 perusahaan dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas peluang kerja di Makassar. Pemerintah kota juga terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan.

Selain job fair, Pemkot Makassar menjalankan sejumlah program pendukung, termasuk pengembangan Makassar Creative Hub untuk mendorong kreativitas dan usaha masyarakat serta perluasan perlindungan tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

"Pemerintah Kota Makassar juga mengembangkan Makassar Creative Hub sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan usaha, sekaligus memperluas kepesertaan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan," urainya.

Munafri berharap Makassar Job Fair 2026 mampu memperbesar penyerapan tenaga kerja dan membantu pencari kerja mendapatkan posisi yang sesuai dengan keahlian.