Dinkes Makassar Cek Keamanan Takjil Pakai Rapid Test

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar bersama Balai Besar POM (BBPOM) menguji langsung sampel takjil yang dijual di Pasar Terong, Senin (23/2/2026). Pengujian ini menggunakan metode laboratorium sederhana atau rapid test.

Pantauan CELEBESMEDIA.ID, tim gabungan mengambil sampel secara acak dari sejumlah lapak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Produk yang diuji meliputi cendol, cincau, kolang-kaling, agar-agar, biji delima, mi basah kecil dan besar.

Setiap sampel diuji menggunakan cairan reagen khusus untuk mendeteksi kandungan boraks, formalin, serta pewarna tekstil yang dilarang dalam pangan.

Prosesnya berlangsung beberapa menit, dengan indikator perubahan warna sebagai penentu hasil. Jika warna menunjukkan kesesuaian dengan standar, maka sampel dinyatakan negatif dari bahan berbahaya.

Kepala Dinkes Makassar, Nur Saidah Sirajuddin, mengatakan metode rapid test dipilih karena mampu memberikan hasil cepat di lapangan sebelum dilakukan pengujian lanjutan di laboratorium.

“Ujinya kita pakai dengan hasil laboratorium di mana hasil laboratorium itu yang kita bawa dari Dinas Kesehatan sendiri mencari apakah bahan makanan ini yang dijual mengandung boraks, formalin, atau pewarna tekstil yang tidak sesuai dengan bahan pangan. Nama ujinya lab sederhana (rapid test). Hasilnya bagus, aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengujian cepat menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan pangan secara langsung di titik distribusi. Setelah itu, sampel tetap dapat diuji kembali di laboratorium skala lebih besar untuk memastikan akurasi hasil.

“Kenapa kita pakai rapid test di awal, setelah itu kita coba lagi ke lab yang besar, Alhamdulillah aman. Rapid test itu adalah hasil yang tepat yang kita dapatkan di lapangan,” tambahnya.

Kepala BPOM Makassar, Yosef Dwi Irawan, menyebut proses sampling dan pengujian lapangan ini penting terutama pada Ramadan, saat permintaan pangan meningkat signifikan.

“Hari ini kami bersama-sama Dinas Kesehatan, Satpol PP, PD Pasar, turun di Pasar Terong, salah satu pasar induk di Kota Makassar, melakukan sampling beberapa produk dan Alhamdulillah hasilnya aman dari bahan berbahaya,” jelasnya.

Selain kandungan kimia berbahaya, tim juga mengingatkan pedagang agar memperhatikan aspek kebersihan selama proses pengolahan dan penyimpanan. Menurut Yosef, pangan aman tidak hanya diukur dari bebas boraks atau formalin, tetapi juga dari minimnya potensi cemaran fisik dan biologi.

Laporan: Rifki