Munafri Akan Hidupkan Kerajaan Tallo Jadi Wisata Sejarah

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya menghidupkan kembali jejak sejarah Kerajaan Tallo melalui pengembangan kawasan budaya yang terintegrasi sebagai destinasi wisata sejarah.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas Kota Makassar sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Komitmen tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi para pemangku adat Kerajaan Tallo, Gowa, dan Toraja yang dipimpin Andi Badi Sommeng di Balai Kota Makassar, Senin (29/6/2026). 

Wali kota yang akrab disapa Appi menilai sejarah Kerajaan Tallo tidak cukup hanya diwariskan melalui cerita, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk kawasan budaya yang dapat dinikmati generasi sekarang maupun mendatang.

"Jangan sampai budaya Kerajaan Tallo hilang di Kota Makassar. Selama ini hanya disebut dalam cerita, tetapi wujudnya belum benar-benar hadir sebagai ruang budaya yang hidup," ujarnya.

Saat ini Pemerintah Kota Makassar juga telah menyampaikan usulan kepada Menteri Kebudayaan RI terkait pembentukan lembaga independen yang menangani persoalan kelembagaan kerajaan di Indonesia. 

Langkah tersebut dinilai penting agar konflik internal di lingkungan kerajaan tidak menghambat kolaborasi dengan pemerintah dalam program pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.

"Kalau terus terjadi perselisihan, pemerintah tentu sulit terlibat karena harus menjaga netralitas. Karena itu saya mengusulkan adanya lembaga independen yang dapat memastikan legalitas kelembagaan adat sehingga pemerintah memiliki dasar yang jelas untuk bersinergi," jelasnya.

Appi menegaskan Kerajaan Tallo memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Kota Makassar. Bersama Kerajaan Gowa, Tallo dikenal sebagai Kerajaan Kembar dengan filosofi "dua raja satu rakyat" yang menjadi fondasi berkembangnya Makassar sebagai pusat perdagangan dan peradaban maritim di kawasan timur Nusantara.

Kerajaan Tallo didirikan oleh Karaeng Loe ri Sero' saudara dari Raja Gowa ke-6, Tonatangkalopi pada pertengahan abad ke-15, sekitar tahun 1460-an.

Menurut catatan sejarah, lokasi awal berdirinya Kerajaan Tallo berada  di muara Sungai Tallo yang kemudian tumbuh menjadi kerajaan maritim.  Pada abad ke-16 kemudian bersatu dengan kerjaan Gowa dan menjadi kerjaan yang besar.

Pemerintah Kota Makassar berencana merevitalisasi kawasan situs Kerajaan Tallo, termasuk pembangunan Balla Lompoa sebagai pusat aktivitas budaya. 

Kawasan tersebut dirancang menjadi ruang pelestarian tradisi yang menghadirkan pertunjukan seni, aktivitas menenun, edukasi sejarah, hingga cerita tentang perkembangan Kerajaan Tallo dan lahirnya Kota Makassar.

Revitalisasi Kerajaan Tallo diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah Kota Makassar, tetapi juga menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan destinasi berbasis sejarah dan kearifan lokal.

Berdasarkan data Portal Resmi Pemerintah Kota Makassar, terdapat 7 objek wisata sejarah utama yang dikelola resmi oleh pemerintah, diantaranya Fort Rotterdam, Makam Raja - Raja Tallo, Museum Kota Makassar dan Pelabuhan Paotere.  

Tags :