Krisis Air Makassar: 47.320 Warga Terdampak, 11.888 Terlayani
Warga kesulitan memperoleh air bersih di beberapa wilayah Makassar - (foto by Dok Celebesmedia.id)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar turut memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Pemerintah bersama sejumlah pihak terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air warga, baik melalui distribusi air bersih maupun penyediaan sumber air alternatif.
Berdasarkan data BPBD Kota Makassar per Agustus 2026, sebanyak 47.320 jiwa atau 13.929 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak krisis air bersih akibat kekeringan.
Warga terdampak tersebar di enam kecamatan, dengan rincian Biringkanaya sebanyak 14.787 jiwa, Tallo 10.672 jiwa, Tamalanrea 9.947 jiwa, Manggala 7.601 jiwa, Ujung Tanah 2.921 jiwa, dan Panakkukang 1.324 jiwa.
Sementara itu, berdasarkan data distribusi air bersih yang tercatat BPBD Makassar hingga Senin (7/9) pukul 22.00 Wita, sebanyak 11.888 jiwa atau 3.607 KK telah menerima pasokan air bersih. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 25,1 persen dari total warga yang tercatat terdampak.
Hingga Senin (7/9), BPBD Makassar telah mendistribusikan sebanyak 172.300 liter air bersih melalui 41 rit pengiriman. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di wilayah yang terdampak kekeringan.
Penyaluran air tersebut telah menjangkau delapan kecamatan, 21 kelurahan, dan 41 titik distribusi. Wilayah yang mendapat penyaluran meliputi Kecamatan Biringkanaya, Bontoala, Manggala, Panakkukang, Tallo, Tamalanrea, Ujung Tanah, dan Makassar.
Untuk mendukung proses distribusi, sebanyak 25 unit armada dikerahkan. Armada tersebut terdiri atas mobil Damkar, dump truck, mobil tangki PMI, kendaraan BPBD, mobil tangki DLH, kendaraan kecamatan, serta mobil tangki BBWS Pompengan Jeneberang.
Operasi penanganan juga melibatkan 106 personel dari BPBD Kota Makassar, Damkar, PMI, kecamatan, BBWS Pompengan Jeneberang, dan DLH Kota Makassar.
Hingga Selasa (8/9), distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak tetap dilakukan untuk menjangkau warga yang masih kesulitan memperoleh air bersih.
Wali Kota Munafri Arifuddin dalam sidaknya pada sejumlah wilayah terdampak krisis air bersih di Makassar pada Rabu 2 September lalu menegaskan komitmen untuk tetap berupaya mengoptimalkan pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.
"Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan," jelas Wali Kota yang akrab disapa Appi.
"Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM," lanjutnya.
Selain distribusi menggunakan mobil tangki, Pemkot Makassar menyiapkan sejumlah intervensi lain untuk memperkuat ketersediaan air di kawasan yang terdampak. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah wilayah.
Terdapat 18 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sumur bor yang tersebar di berbagai wilayah kota. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai salah satu sumber air alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, khususnya di kawasan yang mengalami keterbatasan pasokan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga melakukan normalisasi saluran air dan perbaikan pompa. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran sekaligus memperluas jangkauan distribusi air bersih, termasuk ke wilayah utara Kota Makassar.
