Diduga Korsleting Listrik, 8 Rumah Terbakar di Jalan Sangir

Diduga Korsleting Listrik, 8 Rumah Terbakar di Jalan Sangir - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Si merah kembali mengamuk. Sebanyak delapan rumah hangus terbakar di Lorong 220, Jalan Sangir RT1/RW4, Melayu Baru, Wajo, Makassar, Senin (16/2/2026).

Kebakaran di pemukiman padat itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Diduga korsleting listrik yang berdampak pada 11 kepala keluarga (KK).

Api diduga pertama kali muncul dari sebuah rumah lantai dua yang dalam kondisi kosong karena ditinggal bekerja pemiliknya.

Dalam waktu singkat, kobaran api merambat cepat ke bangunan lain. Mayoritas rumah di kawasan tersebut memiliki konstruksi atap kayu, sehingga mempercepat penyebaran api.

Ketua RT 1 RW 4, Muh. Anwar, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 Wita dan api baru dapat dipadamkan kurang lebih satu jam kemudian. Sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

“Awalnya korslet di sebelah rumah lantai dua tidak ada orang, pergi kerja semua. Terus api cepat menyebar, rata-rata atap kayu,” ujar Anwar saat dikonfirmasi CELEBESMEDIA.ID di lokasi.

Selain kerugian material, seorang bocah 6 tahun mengalami luka bakar di lengan dan betis, lalu dilarikan ke RS Akademis untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga Senin petang, para warga terdampak masih berada di sekitar lokasi karena belum ada kepastian tempat pengungsian. Beberapa di antaranya tidak sempat menyelamatkan harta benda.

Kebakaran terjadi tepat di belakang deretan ruko kawasan China Town Makassar. Dampak peristiwa tersebut membuat sejumlah usaha di sekitar lokasi memilih menutup aktivitas sementara. Hingga pukul 18.32 Wita, kawasan ruko masih terlihat sepi.

Anwar berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga untuk lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.

Ia menyoroti masih adanya pemasangan kabel yang tidak tertata dan berpotensi menimbulkan korsleting, terutama saat cuaca buruk.

“Kadang-kadang listrik dipasang semrawut tidak jelas. Ada angin, ada hujan itu biasa terjadi koslet. Itu yang jadi masalah juga,” pungkasnya.

Laporan: Rifki