Takjil Ramadan Makassar Aman, Ini Standar BPOM
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irawan mengedukasi penjual takjil Pasar Terong, Senin (23/2) - (foto by Rifki)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kabar baik bagi masyarakat Makassar. Pemeriksaan takjil yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar bersama Balai Besar POM Makassar memastikan produk takjil di Pasar Terong aman dikonsumsi dan sesuai standar resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Senin (23/2/2026).
Dalam inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan, tim gabungan mengambil sampel berbagai olahan seperti cendol, cincau, kolang-kaling, agar-agar, biji delima, hingga mi basah. Seluruh sampel diuji menggunakan metode rapid test di lokasi untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil.
Hasilnya, semua sampel menunjukkan negatif dari kandungan zat berbahaya tersebut. Artinya, takjil yang beredar di Pasar Terong memenuhi standar keamanan pangan.
Secara nasional, pengawasan BPOM periode 24 Februari hingga 19 Maret 2025 mencatat 4.862 dari 4.958 sampel atau sekitar 98,06 persen takjil memenuhi syarat keamanan pangan. Hanya 1,94 persen yang tidak memenuhi syarat karena mengandung zat berbahaya.
Standar keamanan pangan takjil menegaskan produk harus bebas dari boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irawan, menegaskan pengawasan ini adalah bentuk perlindungan negara kepada masyarakat.
“Ini merupakan bentuk negara hadir dalam rangka melindungi masyarakat terutama pada bulan-bulan Ramadan, di mana biasanya kan terjadi peningkatan permintaan masyarakat tentang kebutuhan pangan,” tutur Yosef saat dijumpai CelebesMedia.id di Pasar Terong, Senin (23/2).
Ia juga menekankan pentingnya aspek kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.
"Tapi yang menjadi penting juga, tak hanya bahan berbahaya tentunya namanya pangan aman bebas daei cemaran fisik, juga biologi makanya disampaikan pertahankan tapi tetap jaga sanitasi, kebersihannya termasuk dalam proses pengolahannya," pungkasnya.
Metode rapid test yang digunakan memungkinkan deteksi awal secara cepat sebelum sampel diuji lebih lanjut di laboratorium utama.
Agar masyarakat semakin terlindungi, berikut tips memilih takjil yang aman sesuai standar BPOM:
1. Perhatikan Warna Makanan
Hindari takjil dengan warna terlalu mencolok atau tidak wajar. Pewarna tekstil seperti rhodamin B biasanya menghasilkan warna merah terang menyala yang tidak alami.
2. Cium Aromanya
Takjil yang mengandung formalin biasanya memiliki bau menyengat dan tidak segar. Pilih makanan dengan aroma alami.
3. Tekstur Tidak Terlalu Kenyal
Boraks sering membuat makanan seperti mi atau bakso menjadi terlalu kenyal dan tahan lama. Waspadai tekstur yang tidak biasa.
4. Pilih Pedagang yang Menjaga Kebersihan
Perhatikan apakah penjual menggunakan sarung tangan, penjepit makanan, serta menutup dagangan dari debu dan lalat.
5. Beli di Lokasi Terpantau
Pilih pasar atau bazar yang mendapat pengawasan dari dinas terkait atau BPOM.
6. Jangan Tergiur Harga Terlalu Murah
Harga yang tidak masuk akal bisa menjadi indikator penggunaan bahan murah berbahaya.
Lonjakan permintaan takjil saat Ramadan memang membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil. Namun keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama. Hasil sidak di Pasar Terong menunjukkan bahwa pengawasan berjalan efektif dan pedagang mulai sadar pentingnya standar keamanan.
Masyarakat pun diharapkan semakin bijak dan teliti dalam memilih makanan berbuka. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan konsumen, kualitas takjil Ramadan dapat tetap terjaga aman, sehat, dan berkah.
