'Kado Istimewa' Aksa Mahmud di Kick Off Bisnis 2026 Grup Bosowa
Muhammad Yusuf Erwin, HM Aksa Mahmud dan Ahmad Mikail - (foto by Andi Suruji)
LUMRAH pada setiap grup usaha di awal tahun menggelar kick off business. Menandai dimulainya perjalanan bisnis setahun ke depan. Juga sebagai ajang silaturahmi pemilik dengan manajemen dan karyawan.
Manajemen korporasi biasanya memaparkan program strategis dan target-target pencapaian ke depan yang merupakan kompilasi komprehensif dari seluruh unit usaha.
Pemimpin puncak menggunakan momentum itu untuk secara terbuka menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pemimpin unit bisnis dan seluruh karyawan yang telah berkarya selama setahun berlalu.
Bosowa Corporindo, salah satu grup bisnis terbesar di kawasan timur Indonesia, dan papan atas konglomerasi bisnis nasional, juga demikian. Menggelar Kick Off Business 2026, Rabu (14/1/2026) di Hotel Aryaduta, Makassar.
Bagi Bosowa Corporindo acara kali ini agak istimewa. Keluarga pendiri dan pemilik Bosowa lengkap terwakili kehadirannya. Sesuatu yang cukup langka terjadi karena alasan adanya aktivitas penting lainnya.
Salah satu yang istimewa yakni hadirnya dua mantan CEO, Erwin Aksa dan Sadikin Aksa. Dengan demikian, acara itu menjadi lebih lengkap karena dihadiri pendiri Bosowa HM Aksa Mahmud, dua mantan CEO, dan CEO saat ini Subhan Aksa.
Ini momen spesial. Apalagi dihadiri pula Ketua Yayasan Aksa Mahmud (Bosowa Foundation) Melinda Aksa yang kini menyandang jabatan Ketua Tim Penggetak PKK Kota Makassar sejak suaminya Munafri Arifuddin menjabat Walikota Makassar.
Di akhir acara pun Munafri Arifuddin menyempatkan diri hadir walaupun agenda walikota cukup padat. Ini tentu sekaligus menandakan kuatnya perhatian dan dorongan semangat dari keluarga pemilik dan pendiri terhadap kelompok usaha Bosowa yang harus terus berkembang, relevan dan bermanfaat bagi bangsa ini.
Ada momen kecil tapi istimewa dan paling berkesan sebagai kado istimewa dari pendiri Bosowa yang disambut meriah jajaran direksi dan hadirin. Ketika ia didapuk memberikan arahan dan petuah-petuah, Aksa Mahmud mengajak dua remaja tampan untuk mendampinginya di podium.
Aksa memperkenalkannya sebagai calon penerus kepemimpinan Bosowa. Ya mereka calon pemimpin generasi ketiga. Tiga putra Aksa telah dan sedang memegang jabatan CEO pada tahapan generasi kedua.
Kedua remaja tersebut adalah Muhammad Yusuf Erwin, putra bungsu Erwin Aksa dan Ahmad Mikail, putra sulung pasangan Munafri-Melinda.
"Yusuf kau pergi sekolah ke Amerika, ikuti itu Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) baru kau pulang mengurus Bosowa," ujar Aksa kepada Yusuf disambut tawa hadirin.
Demikian juga kepada Mika. "Kau fokus belajar nanti urus Bosowa. Tidak usah bercita-cita menggantikan Bapakmu (Walikota)".
"Saya selalu menekankan kepada CEO dan direksi-direksi supaya mengkader calon pemimpin. Di lingkungan keluarga direksi pun persiapkan kader. Kau pensiun, anak-anak kalian masuk Bosowa," ujar Aksa disambut aplaus lebih seratus orang.
Aksa menekankan pentingnya pengusaha dan pemimpin bisnis melakukan pengkaderan, seperti yang ia lakukan sejak mendirikan dan membangun usahanya. Baik terhadap anak sendiri, keponakan, maupun karyawan yang ada.
Dalam praktek-praktek kepemimpinan bisnis, banyak kisah sukses bisnis dicapai antara lain dari kaderisasi. Dalam teori-teori bisnis strategi ini disebut intrapreneurship. Membangun dan menumbuhkan jiwa-jiwa bisnis pada karyawan yang ada.
Aksa meceritakan pandangannya mengenai korelasi kaderisasi dan kisah tragis pengusaha terkemuka Sulawesi Selatan yang gagal membangun usahanya secara berkelanjutan.
Ada 20 (setidaknya) pengusaha besar dan terkenal dulu di Sulsel ini, tetapi usahanya tidak berkembang bahkan sudah ada yang tinggal kenangan. Hanya Grup Hadji Kalla yang bertahan dan berkembang.
"Setelah saya pelajari, kesimpulan saya, karena mereka tidak mempersiapkan generasi penerusnya. Tidak melakukan kaderisasi. Itulah mengapa pentingnya kita mempersiapkan generasi penerus usaha kita," katanya.
Bagi Aksa, kaderisasi, mempersiapkan generasi penerus bisnis, mencakup terutama pendidikan yang baik. Itulah sebabnya, Aksa mengirim semua lima anaknya kuliah di luar negeri.
"Juga memberikan pengalaman-pengalaman dengan melibatkan mereka sejak awal, supaya mereka mengenali pekerjaan yang ada dan memahami cara-cara menjalankan usaha sejak dini," papar Aksa yang mendirikan Bosowa pada 22 Februari 1973 dengan bendera CV Moneter dan memulai usaha dari Kota Parepare.
Salah seorang pengusaha sukses membangun usaha di Makassar, Willianto Tanta, pemilik Passokkorang Group, pernah bercerita bahwa Aksa Mahmud yang terus mendorongnya untuk menyekolahkan anak di luar negeri karena banyak manfaatnya.
Kini, anak-anak Willianto, setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri, juga sudah mengambil alih estafet kepemimpinan beberapa unit bisnis, walaupun juga tetap merekrut profesional di bidang-bidang usahanya. (Andi Suruji)
