Tarawih Pertama di Al-Markaz Ramai Meski Diguyur Hujan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Hujan lebat yang mengguyur Kota Makassar pada Rabu (18/2/2026) malam tak menghalangi langkah warga untuk melaksanakan salat tarawih perdana ramadan">Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Markaz Al-Islami.

Sejak menjelang waktu Isya pukul 19.36 WITA, jemaah mulai berdatangan. Payung-payung terlihat berjejer di pelataran, sementara kendaraan masuk secara tertib ke kawasan masjid. Meski cuaca kurang bersahabat, suasana tetap khusyuk dan teratur. Area dalam masjid pun cepat terisi oleh jemaah yang ingin merasakan momen awal ramadan">Ramadan.

Salat tarawih malam pertama dipimpin Ust. Aman Hamzah, dengan bacaan Juz 1. Sementara ceramah tarawih disampaikan Prof. KH. Muammar Bakry, mengangkat tema Marhaban ya Ramadhan, sebagai pembuka rangkaian ibadah sepanjang bulan suci.

Antusiasme warga bukan hanya karena momentum ramadan">Ramadan, tetapi juga faktor tradisi. Salah seorang jemaah, Dg Sila, mengaku sengaja datang bersama keluarganya meski kini tidak lagi tinggal di sekitar masjid.

“Saya warga asli sini sebenarnya, Jalan Sunu, tapi sebenarnya saya sudah pindah di Gowa, tetapi saya cuma kangen karena dulu kita di sini waktu kecil, sering di sini. Jadi saya sempatkan hari pertama untuk di sini,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi.

Ia mengatakan, salat tarawih perdana di Al-Markaz sudah menjadi kebiasaan yang terus dijaga setiap tahun.

“Sudah jadi tradisi setiap tahunnya, tarwih pertama di sini. Fasilitas masjidnya juga bagus, tiap tahun ada peningkatan. Walau hujan lebat tetap sempatkan untuk datang satu keluarga sama anak dan istri, karena kangen, tradisinya,” katanya.

Dari sisi kapasitas, pengurus masjid memastikan gedung utama mampu menampung sekitar 5.000 jemaah. Lantai atas diperkirakan dapat diisi 3.000 hingga 4.000 orang. Bahkan area bawah yang biasanya tidak difungsikan akan dibuka jika jumlah jemaah membludak.

Sejumlah fasilitas pendukung seperti toilet dan area wudhu juga telah diperbarui demi kenyamanan, termasuk untuk mengantisipasi intensitas hujan yang tinggi selama musim penghujan.

Malam itu, hujan deras justru menambah kesan hangat kebersamaan. Ramadan pun dimulai dengan semangat dan kerinduan yang sama: berkumpul, beribadah, dan menjaga tradisi.

Laporan: Rifki