Kheysia Arnita Putri, Siswi SMA JCH Termuda Asal Sidrap

Kheysia Arnita Putri - (foto by Akbar)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana haru menyelimuti kedatangan 387 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (21/4) sekitar pukul 11.30 WITA.

Di tengah ratusan jemaah yang mengantre di Aula Arafah, terselip sosok remaja yang berangkat tanpa didampingi satu pun anggota keluarga.

Ia adalah Kheysia Arnita Putri, siswi kelas 10 SMA-IT Ar Rahmah Sidrap yang tercatat sebagai jemaah haji termuda dalam Kelompok Terbang (Kloter) 2 Embarkasi Makassar.

Remaja kelahiran Pangkajene, 20 Desember 2009 ini harus memantapkan hati menunaikan rukun Islam kelima di usia yang masih sangat belia.

Keberangkatan Kheysia tahun ini merupakan amanah besar yang ia emban untuk menggantikan sang ibu yang telah berpulang.

"Gantikan mamaku. Beliau meninggal tahun 2023 lalu," ujar Keysha dengan nada tegar saat ditemui di sela prosesi penerimaan jemaah.

Perjalanan menuju Tanah Suci ini merupakan penantian panjang keluarga yang akhirnya terwujud. Kheysia menceritakan bahwa almarhumah ibunya telah mengantre dan menunggu giliran berangkat selama lebih dari satu dekade.

"Mamaku sudah menunggu lebih dari 10 tahun," tambahnya.

Meski mengaku sempat merasa kaget saat mengetahui namanya masuk dalam daftar pemberangkatan tahun ini, Kheysia tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kesempatan ini adalah waktu terbaik untuk memanjatkan doa-doa khusus bagi orang tuanya di depan Baitullah.

"(Orang tua) pasti akan didoakan di sana nanti," ucapnya singkat.

Berdasarkan pantauan, Kheysia bersama rombongan Kloter 2 lainnya mengikuti rangkaian prosedur dengan tertib, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan identitas, paspor, hingga penerimaan living cost.

Gadis remaja ini tampak mandiri mengurus segala keperluan administratifnya sebelum memasuki kamar asrama.

Jika tidak ada perubahan jadwal, Kheysia Arnita Putri bersama ratusan jemaah asal Sidrap lainnya akan bertolak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4) dini hari.

Perjalanan suci ini tak hanya menjadi bukti bakti seorang anak, tetapi juga simbol ketegaran seorang remaja dalam menjemput impian mendiang ibunda.