Jalan Nipa-Nipa Tergenang hingga Betis

Jalan Nipa-nipa tergenang air, Rabu (25/2) - (foto by Rifki)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Banjir masih menggenangi sebagian wilayah Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala (Antang), Kota Makassar, Rabu (25/2/2026) sore. Meski hujan lebat yang mengguyur dua hari terakhir mulai reda, genangan air di sejumlah ruas jalan belum sepenuhnya surut.

Pantauan di Jalan Nipa-Nipa dan Jalan Nipa-Nipa Dalam, ketinggian air bervariasi dari mata kaki hingga betis orang dewasa. Kondisi ini menghambat akses kendaraan dan aktivitas warga.

Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di Jalan Nipa-Nipa tampak memperlambat laju akibat genangan setinggi mata kaki. Sementara di Jalan Nipa-Nipa Dalam, air yang mencapai betis orang dewasa membuat sepeda motor tidak dapat melintas.

Di tengah genangan, sejumlah anak terlihat bermain di badan jalan yang masih terendam.

Warga menyebut banjir di wilayah tersebut hampir selalu terjadi saat musim hujan. Ratna, yang bermukim sejak 1999, mengatakan genangan tetap muncul meski hujan tidak selalu deras.

“Banjir ini sudah setiap tahun langganan, kurang tahu juga apa penyebabnya yang jelas dari dulu sebelum banyak rumah sudah banjir. Mau dia hujan sedang, lebat, tetap banjir,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi.

Hal senada disampaikan H. Nompo, warga yang tinggal sejak lahir pada 1968. Ia menilai kondisi banjir kini berbeda dibandingkan masa lalu.

“Saya kan dulu penduduk asli sini tinggal, saya lahir 1968. Jadi itu dulu memang sudah banjir tapi tidak seperti ini, karena ini kan masih luas ke bawah saluran air, kemudian pohon-pohon masih banyak, tidak ada penebangan,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan tata lingkungan dan berkurangnya area resapan diduga memperparah genangan.

Banjir juga merendam Perumnas Antang Blok 8 dan Blok 10 yang menjadi titik terparah di Kecamatan Manggala. Sebanyak 19 kepala keluarga atau 63 jiwa dilaporkan mengungsi.

Sebelumnya, kawasan ini menjadi fokus evakuasi tim SAR gabungan. Prioritas diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Evakuasi juga dilakukan di Perumahan BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, yang mencakup tiga titik terdampak.

Hingga siang hari, warga masih berharap air segera surut dan solusi jangka panjang dapat direalisasikan untuk mengatasi banjir tahunan di kawasan tersebut.

Laporan: Rifki