IMF: Konflik AS-Israel dengan Iran Berpotensi Picu Inflasi Global

Ilustrasi serbuan Amerika - Israel ke Iran - (foto by Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia. 

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dapat berdampak luas terhadap inflasi global, terutama jika konflik berlangsung dalam jangka panjang.

Juru bicara IMF, Julie Kozack, menegaskan bahwa lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.

“Jika berkepanjangan, harga energi yang lebih tinggi akan mendorong kenaikan inflasi utama,” kata Kozack dalam pengarahan pers, Kamis.

IMF memperkirakan bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10 persen dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global. Dampaknya tidak hanya meningkatkan inflasi, tetapi juga memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Menurut perhitungan lembaga tersebut, kenaikan harga minyak 10 persen berpotensi mendorong inflasi global sebesar 40 basis poin. Selain itu, output global diperkirakan turun antara 0,1 hingga 0,2 persen.

Konflik ini bermula pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Eskalasi ini memperluas ketegangan dan meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur distribusi energi global.

Salah satu dampak paling signifikan adalah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional. Gangguan di jalur ini secara langsung memengaruhi ekspor dan produksi energi di kawasan.

Di tengah situasi tersebut, AS mengambil langkah untuk meredam lonjakan harga minyak. Salah satunya dengan memberikan pengecualian sanksi terhadap pembelian minyak Rusia oleh India untuk pengiriman tertentu, serta memperluas kebijakan tersebut untuk produk minyak lainnya dalam periode berikutnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik.

Dengan kondisi yang terus berkembang, IMF menilai bahwa risiko terhadap inflasi global dan pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada durasi dan eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih “tajam” (gaya media nasional) atau versi yang lebih panjang untuk portal berita besar.

Sumber: Sputnik-Antara