Cara Cek Desil dan Bansos Kemensos 2026 Pakai NIK

Ilustrasi - (foto by pexels)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya tercatat dalam data penerima bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) kini tidak perlu datang ke kantor layanan.

Pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.

Selain mengecek data bansos, masyarakat juga dapat melihat informasi mengenai desil kesejahteraan keluarga. Data ini menunjukkan posisi relatif suatu keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonominya.

Namun, angka desil yang muncul dalam hasil pengecekan tidak berarti bantuan pasti akan diterima. Desil menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan, sementara penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan masing-masing program.

Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Pakai NIK

Pengecekan data bansos dapat dilakukan melalui HP, laptop, maupun komputer. Masyarakat hanya perlu menyiapkan NIK 16 digit yang tercantum pada KTP.

Berikut langkah-langkahnya:

 1. Buka laman Cek Bansos Kemensos.

2. Pilih menu pencarian berdasarkan NIK.

3. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.

4. Masukkan kode verifikasi yang tersedia.

5. Jika kode tidak terlihat jelas, lakukan pemuatan ulang.

6. Klik tombol **Cari Data**.

7. Tunggu hingga hasil pencarian muncul.

Sistem kemudian akan menampilkan informasi berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dari hasil tersebut, masyarakat dapat melihat informasi yang tersedia mengenai status data serta desil kesejahteraan keluarga.

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi kesejahteraan relatif dalam data sosial ekonomi.

Dalam DTSEN terdapat 10 kelompok desil. Setiap desil secara umum mencakup sekitar 10 persen keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi relatif kesejahteraan keluarga. Sebaliknya, angka desil yang semakin besar menunjukkan posisi kesejahteraan relatif yang semakin tinggi.

Gambaran sederhananya sebagai berikut:

  • Desil 1: 10 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif paling rendah.
  • Desil 2: kelompok berikutnya dalam pemeringkatan.
  • Desil 3: kelompok berikutnya setelah desil 2.
  • Desil 4: termasuk kelompok 40 persen terbawah.
  • Desil 5: berada di tengah pemeringkatan.
  • Desil 6-9: kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif lebih tinggi.
  • Desil 10: 10 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif paling tinggi.

Penentuan desil mempertimbangkan berbagai informasi sosial ekonomi keluarga. Di antaranya data individu, kondisi tempat tinggal, penggunaan listrik, hingga kepemilikan aset.

Apakah Desil 1-4 Bisa Jadi Sasaran Bansos?

Keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan menjadi sasaran penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Meski demikian, masuk dalam desil 1-4 bukan berarti seseorang otomatis menerima bansos.

Desil menggambarkan posisi kesejahteraan relatif keluarga. Sementara itu, penerimaan bantuan tetap bergantung pada ketentuan dan proses penetapan masing-masing program.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap angka desil sebagai kepastian pencairan bantuan.

Posisi desil keluarga pun dapat berubah karena kondisi sosial ekonomi maupun data yang digunakan mengalami pembaruan.

Kondisi keluarga yang berubah dapat memengaruhi posisi dalam pemeringkatan. Selain itu, pemutakhiran data juga dapat menyebabkan hasil desil berbeda dari pengecekan sebelumnya.

Apabila data yang muncul tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengikuti mekanisme pemutakhiran data melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial. Pembaruan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos sesuai mekanisme yang tersedia.

Sumber: Kompas