Pemerintah Akan Gelontorkan Insentif Bagi 200 Kendaraan Listrik

Ilustrasi motor listrik (foto by espos.id)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebanyak masing-masing 100 ribu unit mobil dan 100 ribu unit motor pada tahun ini.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong konsumsi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kuota awal insentif akan diberikan untuk 100 ribu unit terlebih dahulu dan dapat ditambah jika kebutuhan meningkat.

“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa.

Terkait besaran subsidi, pemerintah memperkirakan bantuan untuk motor listrik berada di kisaran Rp5 juta per unit. Namun, detail final mengenai skema dan nilai insentif masih menunggu pengumuman resmi bersama kementerian terkait.

Purbaya mengungkapkan ketertarikannya terhadap program ini setelah berdiskusi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurutnya, insentif EV dapat menjadi solusi untuk menekan konsumsi BBM serta mengurangi beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak global.

“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kendaraan listrik kini menjadi bagian penting dari strategi penguatan ekonomi nasional, termasuk menjaga ketahanan sektor manufaktur dan perlindungan tenaga kerja.

“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” kata Purbaya.

“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Agus menilai insentif kendaraan listrik semakin relevan di tengah pergeseran tren industri otomotif global ke arah elektrifikasi, yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan ketidakpastian energi.

Selain insentif EV, pemerintah juga membahas langkah untuk meningkatkan ekspor produk manufaktur nasional sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi.

Sumber: Antara