Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah yang Ditarik Bapanas

Ilustrasi beras - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar  – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar mutu dan kandungan gizi sesuai klaim pada kemasan. Seluruh produsen yang terkait dengan produk tersebut disebut telah menghentikan produksinya dan kini menjalani proses penarikan dari peredaran.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah melindungi konsumen dari produk yang tidak sesuai dengan informasi pada label.

 "Itu penipuan. Ini menyusahkan konsumen kita, karena tujuan pemerintah ingin supaya konsumen menikmati harga beras yang baik," katanya di Jakarta, dikutip dari Rabu (16/9).

Bapanas sebelumnya bersama Satgas Pangan Polri menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian pada beras yang dipasarkan sebagai produk fortifikasi. Produk-produk tersebut diduga tidak memenuhi kandungan dan mutu sebagaimana standar yang berlaku.

Berdasarkan hasil pengawasan dan pengujian sampel, beras tersebut diduga tidak sesuai dengan SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Daftar 25 Beras Fortifikasi yang Diduga Bermasalah

Pemerintah menyebut terdapat 25 merek beras fortifikasi yang masuk dalam temuan tersebut. Berikut daftar lengkapnya:

 1. Idola Fortifikasi

2. Idola High Quality Whole Grain Rice

3. Idola Long Grain Rice

4. Ikan Mas Cupang

5. AAA Wijaya Kusuma

6. Cantik Manis

7. Penari Bangkok

8. Topi Koki Short Grain

9. Topi Koki Setra Royale

10. Topi Koki Long Grain Crystal

11. HOK-1 Gohan

12. Maknyuss Pulen Gizi

13. Anak Raja Fortifikasi

14. Anak Raja Nusantara

15. Top Anak Raja

16. PMS Induk Ayam

17. Sumo

18. Rasvit

19. FS Nutri Rice

20. Pelikan

21. Rice Rojolele

22. Super Kepala Beras Premium 111

23. 111 Golden Number

24. Putri Koki

25. Wellfarm Beras Diabetes

Bapanas menyatakan temuan tersebut berkaitan dengan 11 pelaku usaha yang memiliki 25 izin edar merek beras fortifikasi. Surat peringatan telah diberikan oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam koordinasi dengan Bapanas.

Pengawasan dilakukan dengan melibatkan OKKPD di sejumlah wilayah, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Utara.

 Hingga minggu pertama September 2026, seluruh merek beras fortifikasi yang masuk dalam temuan pemerintah dilaporkan telah menghentikan produksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 merek telah menarik stok produknya dari peredaran. Sementara itu, produk dari merek lainnya masih dalam proses penarikan.

 Sumber: Antara/CNN