Minyak Mentah Tembus 100 Dolar AS, Bursa Saham Rontok
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Harga minyak mentah di pasar
global menlonjak tebus 100 dolar AS per barrel, sementara harga saham di
berbagai bursa Asia, Senin (9/3) pagi berjatuhan dipicu sentimen pasar yang
negatif terkait kondisi pengapalan melalui Selat Hormuz.
Di pasar Asia, Senin pagi, minyak mentah jenis Brent hampir
24 persen lebih tinggi pada posisi 114,74 dolar AS per barrel, sementara minyak
mentah ringan Nymex naik lebih tinggi sekitar 26 persen di harga 114,78 dolar
per barrel.
Bursa saham di kawasan Asia Pasifik anjlok tajam pada pagi
hari. Di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia Senin
pagi, menyentuh level terendah minus 5,2% ke level 7.156.
Sebanyak 449 saham turun, 57 naik, dan 158 tidak bergerak
dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,5 triliun. Dalam sepekan lalu, IHSG terjun
nyaris 8% hanya dalam seminggu, mencatat pelemahan terburuk melampaui MSCI
Crash akhir Januari lalu.
Indeks Nikkei 225 bursa Tokyo Jepang anjlok 7 persen, Hang
Seng Hongkong tutup tengah hari lebih 3 persen dan indeks ASX 200 di Australia
lebih 4 persen.
Indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan, yang memang telah
terdampak sejak konflik terjadi anjlok lebih dari 8 persen dan memicu
dilakukannya penghentian sementara perdagangan selama 20 menit.
Penghentian sementara perdagangan (tading halt) merupakan
mekanisme sirkuit yang didesain untuk mengendalikan terjadinya kepanikan jual
(panic selling) yang memicu anjloknya harha saham. Akan tetapi kondisi itu juga
dinilai dipicu dari efek kejadian Rabu saat Kospi anjlok 12 persen.
Iran pada Ahad menetapkan Mojtaba Khamenei untuk
menggantikan ayahnya Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Penetapan
Mojtaba dinilai pelaku pasar memberi signal bahwa garis keras masih berkuasa di
Iran.
Gelombang serangan baru Israel dan Amerika Serikat pekan
lalu, menyasar multi target termasuk depot-depot minyak Iran. Menurut laporan
BBC, Suplai energi dari kawasan yang anjlok akan jadi ancaman mendorong
lonjakan harga bagi konsumen dan dunia usaha di seluruh dunia.
