Investor Pasar Modal Batang Tembus 66 Ribu SID

CELEBESMEDIA.ID,.Makassar - Jumlah investor pasar modal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah melampaui 66 ribu Single Investor Identification (SID). Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 8,38 persen pada triwulan II 2026.

Potensi tersebut menjadi peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Batang untuk mulai berinvestasi di pasar modal. Namun, masyarakat diingatkan agar memahami risiko, memeriksa legalitas produk, dan menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan masing-masing.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menyampaikan hal itu dalam kegiatan _Capital Market Goes to Office_ (CMGTO) yang berlangsung di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Senin (5/11).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 bersama Pemerintah Kabupaten Batang.

Hasan menilai perkembangan industri dan investasi di Batang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi melalui kepemilikan instrumen pasar modal.

Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya menjadi penonton ketika perusahaan dan kawasan industri berkembang. Mereka juga dapat mengambil bagian sebagai investor dengan terlebih dahulu mempelajari karakteristik produk serta potensi risikonya.

Kabupaten Batang sendiri terus berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi baru, didukung keberadaan KITB yang menarik investasi dari dalam maupun luar negeri. Realisasi investasi daerah tersebut pada semester I 2026 tercatat mencapai Rp3,88 triliun.

Di tingkat provinsi, jumlah investor pasar modal di Jawa Tengah mencapai 3,42 juta SID hingga Agustus 2026. Sementara itu, jumlah investor di Kabupaten Batang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Hasan mengimbau calon investor untuk membangun kebiasaan berinvestasi secara konsisten dan bertahap. Keputusan investasi, lanjutnya, perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, serta karakteristik instrumen yang dipilih.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur keuntungan besar dalam waktu singkat. Menurut Hasan, investasi membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan, sebagaimana proses pembuatan Batik Rifaiyah yang dikerjakan secara bertahap.

Selain memahami risiko investasi, masyarakat diminta mewaspadai penipuan berkedok investasi yang memanfaatkan media digital. Modus tersebut dapat ditemukan melalui media sosial, aplikasi percakapan WhatsApp, hingga penggunaan teknologi _deepfake_ untuk meyakinkan calon korban.

Untuk mengantisipasinya, masyarakat disarankan menerapkan prinsip Cek 2L, yakni Legal dan Logis. Artinya, calon investor perlu memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki legalitas yang sesuai serta menilai apakah keuntungan yang dijanjikan masuk akal.

Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan dana pinjaman untuk berinvestasi. Dana yang digunakan sebaiknya merupakan uang yang telah dialokasikan khusus untuk investasi sehingga kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

Pilihan instrumen pasar modal yang tersedia meliputi saham, obligasi dan sukuk, reksa dana, serta _Exchange Traded Fund_ (ETF). Sejumlah instrumen tersebut dapat diakses dengan nominal investasi mulai dari Rp100 ribu, bergantung pada produk yang dipilih.

Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal yang ditujukan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang. Ia berharap kegiatan tersebut meningkatkan pemahaman mengenai investasi sekaligus memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal.

Suyono menekankan pentingnya mempertimbangkan risiko dan tujuan keuangan sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan pemahaman yang memadai, ASN Lodiharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih bijak dan tidak mudah tergoda iming-iming keuntungan instan.

Dalam kegiatan CMGTO tersebut, sebanyak 117 ASN Pemerintah Kabupaten Batang membuka SID melalui perusahaan efek. Acara itu juga ditandai dengan pencanangan Galeri Investasi Pemerintah Kabupaten Batang.

Program SEPMT 2026 di wilayah kerja Kantor OJK Tegal tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga perusahaan, jurnalis, dan komunitas pendidikan.

Selain CMGTO bersama Pemerintah Kabupaten Batang, rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi pasar modal sebagai sumber pendanaan perusahaan bagi pelaku usaha di kawasan industri Batang.

Edukasi juga dilakukan melalui kegiatan _media gathering_ untuk meningkatkan literasi pasar modal di kalangan jurnalis dan wartawan ekonomi lokal. Sementara itu, program _Capital Market Goes to Community_ digelar di Pondok Modern Tazzaka untuk memperkenalkan pasar modal syariah kepada pengurus pondok dan santri.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pasar modal, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses investasi serta meningkatkan pemahaman masyarakat.

Penguatan literasi dan inklusi pasar modal diharapkan turut membuka alternatif pendanaan bagi perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Tags :