Ekspor Sulsel Mei 2026 Turun, Impor Melonjak

Ilustrasi Pelabuhan Peti Kemas - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan pada Mei 2026 menunjukkan dinamika yang berbeda antara ekspor dan impor. 

Nilai ekspor masih mengalami tekanan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, aktivitas impor justru mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, mencerminkan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan barang penunjang produksi di daerah.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik Sulsel, nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan pada Mei 2026 mencapai US$122,42 juta. Angka tersebut turun 5,38 persen dibandingkan Mei 2025.

Namun jika dibandingkan dengan April 2026, sejumlah komoditas unggulan justru menunjukkan perbaikan. Kenaikan ekspor nikel menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga kinerja ekspor Sulawesi Selatan di tengah melemahnya permintaan pada beberapa komoditas lainnya.

Nikel tetap menjadi komoditas ekspor terbesar Sulawesi Selatan sepanjang Mei 2026 dengan nilai mencapai US$77,42 juta atau berkontribusi 63,24 persen terhadap total ekspor.

Dibandingkan April 2026, ekspor nikel meningkat 12,97 persen, menandakan permintaan terhadap komoditas tersebut masih cukup kuat di pasar internasional.

Selain nikel, komoditas utama lainnya, seperti biji-bijian berminyak sebesar US$15,78 juta 12,89 persen, turun 16,65 persen dibanding April. Ikan dan udang sebesar US$6,57 juta 5,36 persen, naik 0,21 persen.

Garam, belerang, dan kapur sebesar US$6,52 juta 5,33 persen, meningkat 13,85 persen. Kakao atau coklat sebesar US$4,56 juta 3,73 persen, tumbuh 6,05 persen dibanding bulan sebelumnya.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa meski beberapa komoditas mengalami pelemahan, komoditas berbasis pertambangan dan hasil perkebunan masih mampu menopang nilai ekspor Sulawesi Selatan.

Jepang masih menjadi tujuan utama ekspor Sulawesi Selatan pada Mei 2026 dengan nilai mencapai US$79,74 juta atau sekitar 65,14 persen dari total ekspor.

Di posisi berikutnya terdapat Tiongkok sebesar US$27,59 juta, Taiwan US$3,66 juta, Amerika Serikat US$3,15 juta, serta Korea Selatan US$1,83 juta.

Jika dibandingkan April 2026, ekspor ke Jepang meningkat 14,79 persen. Sebaliknya, ekspor ke Tiongkok turun 25,08 persen, Amerika Serikat berkurang 31,55 persen, dan Korea Selatan turun 11,39 persen. Taiwan menjadi salah satu pasar yang masih mencatat pertumbuhan dengan kenaikan 4,24 persen.

Impor Sulsel Tumbuh Signifikan

Berbeda dengan ekspor, nilai impor Sulawesi Selatan pada Mei 2026 justru meningkat tajam.

Nilai impor yang dibongkar melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan mencapai US$81,13 juta, atau naik 37,37 persen dibandingkan Mei 2025 yang sebesar US$59,06 juta.

Komoditas impor terbesar terdiri atas bahan bakar mineral senilai US$15,28 juta, gandum-ganduman US$13,78 juta, olahan makanan hewan US$13,04 juta, gula dan kembang gula US$10,60 juta, serta mesin-mesin atau pesawat mekanik US$7,71 juta.

Peningkatan impor ini menunjukkan tingginya kebutuhan industri maupun sektor pangan terhadap bahan baku yang masih dipenuhi dari luar negeri.

Sebagian besar barang impor Sulawesi Selatan pada Mei 2026 berasal dari Tiongkok dengan nilai US$17,20 juta atau 21,20 persen dari total impor.

Selanjutnya diikuti Malaysia sebesar US$13,58 juta, Thailand US$11,48 juta, Brazil US$11,38 juta, dan Australia US$10,05 juta.

Pelabuhan Makassar tetap menjadi pintu masuk utama barang impor dengan nilai mencapai US$74,42 juta atau sekitar 91,72 persen dari total impor Sulawesi Selatan selama Mei 2026.