Cegah Penipuan Digital, Masyarakat Bone Dibekali Strategi Kelola Keuangan

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Langkah memperkuat pemahaman finansial masyarakat terus digencarkan hingga ke tingkat daerah. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan bertajuk “Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang berlangsung di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10).

Sosialisasi ini menghadirkan Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris. Agenda tersebut difokuskan untuk memperluas wawasan warga dalam memilah produk jasa keuangan, mengelola dana secara bijak, serta membentengi diri dari maraknya kejahatan finansial dan investasi ilegal.

Moch. Muchlasin mengapresiasi keterlibatan aktif Andi Yuliani Paris. Menurutnya, kerja sama antara lembaga pengawas keuangan dan DPR RI sangat krusial agar jangkauan edukasi finansial dapat merata hingga ke daerah-daerah.

Ia menegaskan bahwa pemahaman akan dunia keuangan saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap individu.

“Literasi keuangan tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dasar setiap warga negara. Masyarakat perlu memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Moch. Muchlasin.

Muchlasin menambahkan, peningkatan pemahaman masyarakat wajib diimbangi dengan sistem perlindungan konsumen yang kuat. Karena itu, pihaknya terus mengencangkan pengawasan terhadap perilaku pelaku usaha jasa keuangan, mendorong keterbukaan informasi produk, mempercepat penanganan aduan, serta memberantas berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Dukungan senada disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani. Ia menekankan bahwa masyarakat yang melek finansial merupakan fondasi utama dalam menciptakan kestabilan ekonomi nasional.

"Peningkatan literasi keuangan memberikan manfaat bagi individu dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, penguatan budaya menabung dan berinvestasi, serta terbentuknya masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ujar Andi Yuliani Paris.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pembekalan khusus terkait teknik mengelola anggaran harian hingga cara mendeteksi potensi investasi bodong. Warga diminta lebih teliti saat menerima penawaran investasi, terutama yang beredar di platform media sosial dan saluran digital.

Beberapa poin imbauan penting yang disampaikan kepada warga antara lain:

• Tidak gampang tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

• Selalu mengecek legalitas lembaga penyedia layanan keuangan.

• Memahami secara mendalam risiko sebelum menempatkan dana.

• Menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak mentransfer uang ke pihak yang belum terverifikasi.

Lewat kegiatan sosialisasi di Kabupaten Bone ini, diharapkan masyarakat makin cakap memilah layanan keuangan yang aman, terhindar dari skema penipuan, serta mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.