BPS: 33,26 Persen Pengangguran di Sulsel Lulusan SMA
Ilustrasi pencari kerja memadati job fair - (int)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat bahwa pengangguran di Sulsel pada November 2025 masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), distribusi pengangguran tamatan SMA mencapai 33,26 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.
Data tersebut disampaikan dalam rilis Keadaan Ketenagakerjaan Sulawesi Selatan November 2025 yang dipublikasikan BPS Sulsel pada Kamis (5/2/2026) melalui kanal YouTube resmi. Rilis itu dibacakan langsung oleh Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto.
Secara umum, BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulsel pada November 2025 berada di angka 4,45 persen, atau setara sekitar 219 ribu orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2025 yang berada di kisaran 208 ribu orang.
Jika dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, TPT tertinggi justru tercatat pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,74 persen. Sementara itu, TPT terendah berada pada kelompok pendidikan SD ke bawah, yakni 1,88 persen.
Meski TPT lulusan SMK paling tinggi, secara jumlah lulusan SMA tetap menjadi penyumbang pengangguran terbesar di Sulawesi Selatan. Dalam periode Agustus hingga November 2025, distribusi pengangguran secara konsisten didominasi oleh tamatan SMA, dengan porsi mencapai 33,26 persen pada November 2025.
Adapun distribusi pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III yang hanya menyumbang 2,53 persen dari total pengangguran di Sulsel.
BPS juga mencatat adanya perbedaan tingkat pengangguran berdasarkan jenis kelamin. Pada November 2025, TPT perempuan tercatat lebih tinggi, yakni 5,10 persen, dibandingkan laki-laki yang berada di angka 4,03 persen.
Dari sisi wilayah, tingkat pengangguran di daerah perkotaan mencapai 6,08 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang berada di angka 2,84 persen.
Kepala BPS Sulsel Aryanto menjelaskan bahwa kenaikan TPT terjadi di tengah penurunan jumlah angkatan kerja. Pada November 2025, jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 4,92 juta orang, atau turun 46,90 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
“Penduduk yang bekerja pada November 2025 sebanyak 4,70 juta orang, turun sekitar 56,73 ribu orang. Meski demikian, sektor akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan peningkatan tenaga kerja terbesar, yakni sebesar 48,57 ribu orang,” ujar Aryanto.
BPS menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama bagi lulusan pendidikan menengah, di tengah dinamika pasar kerja Sulawesi Selatan sepanjang 2025.
Laporan: Rifki
