Sulsel Deflasi April 2026, Dipicu Emas dan Pangan
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Sulawesi Selatan deflasi tipis pada April 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 111,56 dengan deflasi bulanan (month to month) sebesar 0,03 persen.
Meski bulanan deflasi tetapi secara tahunan (year on year), Sulsel inflasi di level 2,68 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date) mencapai 2,09 persen.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, deflasi April dipicu turunnya harga emas perhiasan yang menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,14 persen.
Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan seperti ikan layang dan ikan cakalang masing-masing 0,05 persen, telur ayam ras 0,04 persen, serta pepaya dan ikan bandeng masing-masing 0,03 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menyumbang andil 0,01 persen.
Sementara itu, sejumlah kelompok pengeluaran justru menahan laju deflasi. Kelompok transportasi mencatat inflasi sebesar 0,06 persen, dipicu kenaikan tarif angkutan udara. Beberapa kelompok lain seperti perumahan, perlengkapan rumah tangga, serta informasi dan komunikasi juga mengalami inflasi ringan.
Deflasi menunjukkan adanya penurunan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Bagi konsumen, kondisi ini bisa memberikan ruang belanja lebih karena harga relatif lebih murah, terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti ikan dan telur.
Namun, dari sisi pertumbuhan ekonomi lokal, deflasi akibat penurunan harga bisa menandakan pasokan barang yang melimpah, khususnya pada komoditas pangan. Di sisi lain, jika berlangsung dalam periode panjang, deflasi dapat mengindikasikan melemahnya permintaan atau daya beli masyarakat.
