Tata Cara Salat Lailatul Qadar untuk Menghidupkan Malam Mulia

Ilustrasi - (foto by Freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bagi umat Muslim, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan bukan sekadar hitung mundur menuju hari kemenangan. Di antara deretan malam-malam sunyi tersebut, terselip satu waktu yang paling dinantikan dan penuh misteri: Malam Lailatul Qadar.

Malam ini bukan malam biasa. Secara historis, Lailatul Qadar diyakini sebagai momen agung saat Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kemuliaannya pun digambarkan begitu luar biasa, di mana setiap jengkal amal kebaikan yang dilakukan setara dengan ibadah selama seribu bulan.

Sebuah kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin melipatgandakan pahala di sisa bulan suci.

Salah satu cara untuk menjemput keberkahan malam ini adalah melalui shalat sunnah Lailatul Qadar.

Ibadah ini menjadi sarana bagi hamba untuk mendekatkan diri secara personal kepada Sang Pencipta di tengah keheningan malam.

Pelaksanaannya pun cukup fleksibel dan tidak memberatkan. Kita bisa menunaikannya sebanyak 2 atau 4 rakaat dengan satu kali salam.

Tidak harus dilakukan di masjid secara berjamaah, ibadah ini pun tetap sah dan bermakna jika dikerjakan sendirian (munfarid) di sudut rumah yang tenang.

Lalu, kapan waktu yang tepat? Jendela ibadah ini terbuka lebar setelah salat Tarawih ditunaikan hingga menjelang fajar menyingsing.

Namun, banyak yang memilih waktu-waktu di sepertiga malam terakhir—sekitar pukul 03.00 dini hari—sebagai waktu paling afdal.

Dikutip dari laman jatim.nu.or.id, berikut bacaan niat yang bisa dilafalkan:

Niat untuk 2 Rakaat:

1. Untuk Shalat Sendiri (Munfarid)

اُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri rak’ataini lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Untuk Menjadi Imam

اُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri rak’ataini imaaman lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

3. Untuk Menjadi Makmum

اُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat untuk 4 Rakaat:

1. Untuk Shalat Sendiri (Munfarid)

اُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri arba’a raka’atin lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar empat rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Untuk Menjadi Imam

اُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri arba’a raka’atin imaaman lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar empat rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

3. Untuk Menjadi Makmum

اُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri arba’a raka’atin ma’muuman lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar empat rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Langkah-Langkah Tata Cara Pelaksanaan

Secara teknis, shalat ini mirip dengan shalat sunnah pada umumnya. Namun, merujuk pada keterangan dalam kitab Durratun Nashihin, ada anjuran khusus mengenai bacaan suratnya:

1. Membaca Niat: Mulailah dengan niat sesuai jumlah rakaat yang dipilih (2 atau 4 rakaat sekali salam).

2. Takbiratul Ihram: Mengangkat tangan dan mengucap "Allahu Akbar".

3. Membaca Al-Fatihah: Dilakukan pada setiap rakaat.

4. Membaca Surat Pendek: Disunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua.

5. Gerakan Shalat Seperti Biasa: Lakukan ruku, i'tidal, sujud, hingga tahiyat akhir dengan khusyuk.

6. Salam: Mengakhiri shalat dengan salam ke kanan dan ke kiri.

7. Dzikir Pasca Shalat: Setelah salam, bacalah istighfar (Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi) sebanyak 70 kali.

Doa-Doa yang Dianjurkan

Setelah selesai shalat dan beristighfar, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Berikut beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

Doa Utama (Riwayat Sayyidah Aisyah RA):

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. يَا كَرِيمُ

"Allâhumma innaka 'afuwwun karîm, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annâ. Yâ karîm."

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah kami. Wahai Dzat yang Maha Pemurah."

Doa Mohon Ampunan dan Taubat:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Latin: Rabbighfir lî warhamnî wa tub 'alayya.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasih sayangilah aku, dan terimalah taubatku."

Sebagai tambahan, kita juga bisa membaca Sayyidul Istighfar untuk mengakui segala nikmat dan dosa di hadapan Allah agar ibadah di penghujung Ramadhan ini semakin sempurna dan penuh keberkahan.