Tata Cara Salat Lailatul Qadar untuk Menghidupkan Malam Mulia
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bagi umat Muslim, sepuluh hari
terakhir di bulan Ramadan bukan sekadar hitung mundur menuju hari kemenangan.
Di antara deretan malam-malam sunyi tersebut, terselip satu waktu yang paling
dinantikan dan penuh misteri: Malam Lailatul Qadar.
Malam ini bukan malam biasa. Secara historis, Lailatul Qadar
diyakini sebagai momen agung saat Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW.
Kemuliaannya pun digambarkan begitu luar biasa, di mana
setiap jengkal amal kebaikan yang dilakukan setara dengan ibadah selama seribu
bulan.
Sebuah kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin
melipatgandakan pahala di sisa bulan suci.
Salah satu cara untuk menjemput keberkahan malam ini adalah
melalui shalat sunnah Lailatul Qadar.
Ibadah ini menjadi sarana bagi hamba untuk mendekatkan diri
secara personal kepada Sang Pencipta di tengah keheningan malam.
Pelaksanaannya pun cukup fleksibel dan tidak memberatkan.
Kita bisa menunaikannya sebanyak 2 atau 4 rakaat dengan satu kali salam.
Tidak harus dilakukan di masjid secara berjamaah, ibadah ini
pun tetap sah dan bermakna jika dikerjakan sendirian (munfarid) di sudut rumah
yang tenang.
Lalu, kapan waktu yang tepat? Jendela ibadah ini terbuka
lebar setelah salat Tarawih ditunaikan hingga menjelang fajar menyingsing.
Namun, banyak yang memilih waktu-waktu di sepertiga malam
terakhir—sekitar pukul 03.00 dini hari—sebagai waktu paling afdal.
Dikutip dari laman jatim.nu.or.id, berikut bacaan niat yang
bisa dilafalkan:
Niat untuk 2 Rakaat:
1. Untuk Shalat Sendiri (Munfarid)
اُصَلِّى
سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri rak’ataini lillaahi
ta’aala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua
rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Untuk Menjadi Imam
اُصَلِّى
سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri rak’ataini imaaman
lillaahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua
rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
3. Untuk Menjadi Makmum
اُصَلِّى
سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri rak’ataini ma’muuman
lillaahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar dua
rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat untuk 4 Rakaat:
1. Untuk Shalat Sendiri (Munfarid)
اُصَلِّى
سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri arba’a raka’atin
lillaahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar empat
rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Untuk Menjadi Imam
اُصَلِّى
سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ اِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri arba’a raka’atin
imaaman lillaahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar empat
rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
3. Untuk Menjadi Makmum
اُصَلِّى
سُنَّةً لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan lailatul qadri arba’a raka’atin
ma’muuman lillaahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Lailatul Qadar empat
rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Langkah-Langkah Tata Cara Pelaksanaan
Secara teknis, shalat ini mirip dengan shalat sunnah pada
umumnya. Namun, merujuk pada keterangan dalam kitab Durratun Nashihin, ada
anjuran khusus mengenai bacaan suratnya:
1. Membaca Niat: Mulailah dengan niat sesuai jumlah rakaat
yang dipilih (2 atau 4 rakaat sekali salam).
2. Takbiratul Ihram: Mengangkat tangan dan mengucap
"Allahu Akbar".
3. Membaca Al-Fatihah: Dilakukan pada setiap rakaat.
4. Membaca Surat Pendek: Disunnahkan membaca Surat Al-Ikhlas
sebanyak 7 kali setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua.
5. Gerakan Shalat Seperti Biasa: Lakukan ruku, i'tidal,
sujud, hingga tahiyat akhir dengan khusyuk.
6. Salam: Mengakhiri shalat dengan salam ke kanan dan ke
kiri.
7. Dzikir Pasca Shalat: Setelah salam, bacalah istighfar
(Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi) sebanyak 70 kali.
Doa-Doa yang Dianjurkan
Setelah selesai shalat dan beristighfar, kita sangat
dianjurkan untuk memperbanyak doa. Berikut beberapa doa yang
diajarkan Rasulullah SAW:
Doa Utama (Riwayat Sayyidah Aisyah RA):
اللَّهُمَّ
إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ
الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. يَا
كَرِيمُ
"Allâhumma innaka 'afuwwun karîm, tuhibbul 'afwa fa'fu
'annâ. Yâ karîm."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf
lagi Maha Pemurah, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah kami. Wahai Dzat yang
Maha Pemurah."
Doa Mohon Ampunan dan Taubat:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbighfir lî warhamnî wa tub 'alayya.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, kasih sayangilah
aku, dan terimalah taubatku."
Sebagai tambahan, kita juga bisa membaca Sayyidul Istighfar
untuk mengakui segala nikmat dan dosa di hadapan Allah agar ibadah di
penghujung Ramadhan ini semakin sempurna dan penuh keberkahan.
