Cuaca Makin Terik, Ini Tips Cegah Dehidrasi dan Heatstroke
Ilustrasi - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh terasa gerah dan cepat lelah. Jika tidak diantisipasi, paparan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga heatstroke.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika beraktivitas di tengah cuaca panas.
Cuaca panas perlu dihadapi dengan persiapan yang tepat agar bisa mengurangi risiko dehidrasi dan heatstroke yang bisa disebabkan oleh cuaca panas.
Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi dan heatstroke saat cuaca panas.
1. Perbanyak Minum Air
Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan sepanjang hari, terutama ketika cuaca sedang panas atau saat melakukan aktivitas fisik.
Jangan menunggu sampai merasa sangat haus untuk minum. Tubuh kehilangan cairan melalui keringat, sehingga kebutuhan minum dapat meningkat ketika berada di lingkungan yang panas. Membawa botol air saat bepergian juga dapat membantu memastikan ketersediaan minuman.
2. Batasi Aktivitas di Bawah Terik Matahari
Sebisa mungkin kurangi aktivitas fisik berat ketika matahari sedang terik. Berada terlalu lama di lingkungan panas dapat membuat suhu tubuh meningkat dan memperbesar risiko gangguan akibat panas.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, pilih waktu yang tidak terlalu terik dan beristirahat secara berkala di tempat yang teduh atau sejuk.
3. Gunakan Pelindung dari Sinar Matahari
Topi, payung, atau perlengkapan pelindung lainnya dapat digunakan ketika harus berada di luar ruangan.
Mengurangi paparan langsung sinar matahari membantu tubuh menghadapi panas lingkungan. Sebaiknya cari tempat teduh secara berkala, terutama ketika mulai merasa terlalu panas atau lelah.
4. Kenakan Pakaian yang Ringan dan Longgar
Pemilihan pakaian juga penting ketika menghadapi cuaca panas. Gunakan pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang agar tubuh terasa lebih nyaman.
Pakaian yang sesuai dapat membantu sirkulasi udara di sekitar tubuh dan membuat keringat lebih mudah menguap. Hindari pakaian yang terlalu tebal atau ketat ketika berada di tempat dengan suhu tinggi.
5. Konsumsi Buah dan Sayuran
Selain minum air, kebutuhan cairan tubuh dapat didukung melalui makanan yang memiliki kandungan air cukup tinggi.
Buah dan sayuran dapat menjadi pilihan saat cuaca panas. Mengonsumsi makanan bergizi juga membantu menjaga kondisi tubuh ketika aktivitas sehari-hari tetap berlangsung di tengah suhu yang tinggi.
6. Istirahat di Tempat Sejuk
Jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas ketika tubuh mulai terasa terlalu panas atau lelah
Luangkan waktu untuk beristirahat di ruangan yang sejuk atau tempat yang teduh. Langkah sederhana ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk menurunkan suhu dan memulihkan energi.
7. Kenali Tanda-Tanda Dehidrasi
lDehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk. Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah rasa haus yang berlebihan.
Urine yang berwarna lebih gelap, tubuh terasa lemas, pusing, dan mulut terasa kering juga dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan cairan lebih banyak. Segera cukupi kebutuhan cairan dan beristirahat apabila mulai merasakan gejala tersebut.
8. Waspadai Gejala Heatstroke
Heatstroke merupakan kondisi serius akibat tubuh mengalami peningkatan suhu yang ekstrem. Kondisi ini dapat terjadi setelah seseorang terlalu lama berada di lingkungan panas.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain suhu tubuh sangat tinggi, kulit terasa panas, sakit kepala, mual, muntah, denyut nadi cepat, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.
Jika seseorang menunjukkan gejala berat setelah terpapar panas, segera cari pertolongan medis. Jangan menganggap kondisi tersebut hanya sebagai kelelahan biasa.
Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
