Selain Kurban, Ini 7 Sunnah Idul Adha yang Sering Terlewatkan
Ilustrasi - (foto by canva)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hari Raya Idul Adha bukan hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah sunnah yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam saat merayakan Idul Adha. Namun, sebagian sunnah tersebut hingga kini masih jarang dipahami bahkan sering terlewatkan oleh masyarakat.
Padahal, menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallan pada hari raya memiliki nilai ibadah tersendiri dan menjadi bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah.
Berikut beberapa sunnah Idul Adha yang masih sering dilupakan lengkap dengan landasan hadistnya.
1. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha
Salah satu sunnah yang cukup jarang diketahui adalah menunda makan hingga selesai salat Idul Adha. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum salat Id.
Hadist riwayat Ahmad dan Tirmidzi menyebutkan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar untuk shalat Idul Fitri sebelum makan, sedangkan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan hingga kembali lalu makan dari sembelihannya.” (HR Ahmad No. 22984 dan Tirmidzi)
Para ulama menjelaskan, sunnah ini bertujuan agar umat Islam dapat menyantap daging kurban sebagai makanan pertama di hari raya.
2. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat Id
Rasulullah juga dianjurkan berjalan kaki menuju lokasi salat Id apabila memungkinkan.
Dalam hadist riwayat Ibnu Majah disebutkan:
"Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam keluar menuju salat Id dengan berjalan kaki dan pulang juga dengan berjalan kaki,” (HR Ibnu Majah)
Sunnah ini mengandung makna kesederhanaan sekaligus syiar Islam di tengah masyarakat.
3. Melewati Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Sunnah lain yang masih jarang diamalkan adalah melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari salat Id.
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan:
“Nabi SAW apabila keluar untuk salat Id, beliau melewati jalan yang berbeda ketika pulang.” (HR Bukhari)
Ulama menyebut hikmah sunnah ini untuk memperluas silaturahmi dan memperbanyak syiar Islam di lingkungan sekitar.
4. Memperbanyak Takbir Sejak Hari Arafah
Takbir Idul Adha sebenarnya tidak hanya dilakukan malam takbiran. Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sejak Subuh 9 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyrik.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS: 203)
Tradisi ini menjadi salah satu syiar terbesar dalam perayaan Idul Adha.
5. Mengenakan Pakaian Terbaik
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam juga mencontohkan memakai pakaian terbaik ketika hari raya. Tidak harus baru, namun bersih dan layak dipakai untuk ibadah.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan Nabi memiliki pakaian khusus yang digunakan saat hari raya dan salat Jumat.
Sunnah ini menjadi simbol penghormatan terhadap hari besar umat Islam.
6. Mendengarkan Khutbah hingga Selesai
Sebagian jamaah memilih langsung pulang setelah salat Id selesai. Padahal, mendengarkan khutbah juga termasuk sunnah yang dianjurkan.
Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW tetap menyampaikan khutbah setelah salat Id dan para sahabat mendengarkannya dengan khusyuk.
Khutbah Idul Adha biasanya berisi pesan tentang pengorbanan, keikhlasan, hingga makna ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
7. Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban
Bagi umat Islam yang berkurban, dianjurkan untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurbannya.
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Saksikanlah kurbanmu, karena tetesan darah pertamanya menjadi pengampunan bagimu.” (HR Al-Hakim)
Selain menjadi bentuk ibadah, sunnah ini juga mengingatkan makna pengorbanan dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan atau momentum berbagi daging kurban. Hari raya ini juga menjadi kesempatan menghidupkan sunnah Rasulullah yang mulai jarang dipahami masyarakat.
Dengan menjalankan sunnah-sunnah tersebut, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala tambahan, tetapi juga meneladani langsung ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Rumasyho, Kompas Cahaya Islam, Liputan 6 Islam
