Bukan Cuma Gorengan, Ini 3 Penyebab Kolesterol Tinggi
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Banyak orang mengira bahwa kadar
kolesterol tinggi hanyalah akibat dari pola makan yang buruk. Namun, kolesterol
sering kali bekerja secara diam-diam tanpa gejala yang jelas.
Seiring berjalannya waktu, ia bisa menumpuk menjadi plak di
arteri, mempersempit aliran darah, hingga memicu risiko penyakit jantung dan
stroke.
Menariknya, para ahli kardiologi mengungkapkan bahwa ada
faktor-faktor tak kasat mata di luar menu makanan yang turut mendongkrak angka
kolesterol dalam darah.
Faktor genetika, pola tidur, hingga peradangan kronis
ternyata memegang peranan krusial yang sering kali diabaikan.
Melansir dari ANTARA yang mengutip Eating Well, Dr. Bharat
Sangani dan Dr. Nathaniel Lebowitz menjelaskan bahwa faktor keturunan adalah
penyebab utama yang kerap luput dari perhatian.
Sangani menyoroti keberadaan lipoprotein (a) atau Lp(a),
yakni partikel kolesterol yang sangat lengket.
"Kondisi bawaan seperti kadar Lp(a) yang tinggi dapat
meningkatkan risiko secara signifikan, terlepas dari gaya hidup sehat yang
dijalankan seseorang," ujar Lebowitz.
Karena partikel ini bertindak layaknya "lem" bagi
plak di pembuluh darah dan tidak merespons perubahan pola makan, pemeriksaan
medis secara berkala menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi risiko ini.
Selain faktor "nasib" lewat genetik, kualitas
istirahat malam Anda ternyata berdampak langsung pada profil lemak darah.
Lebowitz memaparkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu
hormon pengatur metabolisme, yang kemudian memicu kenaikan hormon stres seperti
kortisol.
Pakar nutrisi Michelle Routhenstein menambahkan bahwa
lonjakan kortisol ini menciptakan efek domino; mulai dari meningkatkan
kolesterol jahat (LDL), mendorong penambahan berat badan, hingga menghambat
kemampuan alami tubuh dalam membersihkan kolesterol dari aliran darah.
Oleh karena itu, tidur berkualitas bukan lagi sekadar gaya
hidup, melainkan prioritas medis.
Faktor terakhir yang patut diwaspadai adalah peradangan
kronis. Kondisi ini bisa dipicu oleh masalah kesehatan lain yang tampak sepele,
seperti penyakit gusi, gangguan autoimun, hingga infeksi yang berkepanjangan.
Menurut para ahli, peradangan yang terus-menerus dapat
merusak dinding arteri secara halus dan mengubah cara tubuh memproses lemak.
Pada akhirnya, menjaga kolesterol bukan hanya tentang
menghindari gorengan. Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan profil lemak
secara lengkap, menjaga jam tidur yang teratur, serta manajemen stres yang baik
sebagai langkah menyeluruh untuk menjaga kesehatan jantung Anda.
