Bukan Cuma Gorengan, Ini 3 Penyebab Kolesterol Tinggi

Ilustrasi gorengan - (foto by Pexels)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Banyak orang mengira bahwa kadar kolesterol tinggi hanyalah akibat dari pola makan yang buruk. Namun, kolesterol sering kali bekerja secara diam-diam tanpa gejala yang jelas.

Seiring berjalannya waktu, ia bisa menumpuk menjadi plak di arteri, mempersempit aliran darah, hingga memicu risiko penyakit jantung dan stroke.

Menariknya, para ahli kardiologi mengungkapkan bahwa ada faktor-faktor tak kasat mata di luar menu makanan yang turut mendongkrak angka kolesterol dalam darah.

Faktor genetika, pola tidur, hingga peradangan kronis ternyata memegang peranan krusial yang sering kali diabaikan.

Melansir dari ANTARA yang mengutip Eating Well, Dr. Bharat Sangani dan Dr. Nathaniel Lebowitz menjelaskan bahwa faktor keturunan adalah penyebab utama yang kerap luput dari perhatian.

Sangani menyoroti keberadaan lipoprotein (a) atau Lp(a), yakni partikel kolesterol yang sangat lengket.

"Kondisi bawaan seperti kadar Lp(a) yang tinggi dapat meningkatkan risiko secara signifikan, terlepas dari gaya hidup sehat yang dijalankan seseorang," ujar Lebowitz.

Karena partikel ini bertindak layaknya "lem" bagi plak di pembuluh darah dan tidak merespons perubahan pola makan, pemeriksaan medis secara berkala menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi risiko ini.

Selain faktor "nasib" lewat genetik, kualitas istirahat malam Anda ternyata berdampak langsung pada profil lemak darah.

Lebowitz memaparkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu hormon pengatur metabolisme, yang kemudian memicu kenaikan hormon stres seperti kortisol.

Pakar nutrisi Michelle Routhenstein menambahkan bahwa lonjakan kortisol ini menciptakan efek domino; mulai dari meningkatkan kolesterol jahat (LDL), mendorong penambahan berat badan, hingga menghambat kemampuan alami tubuh dalam membersihkan kolesterol dari aliran darah.

Oleh karena itu, tidur berkualitas bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan prioritas medis.

Faktor terakhir yang patut diwaspadai adalah peradangan kronis. Kondisi ini bisa dipicu oleh masalah kesehatan lain yang tampak sepele, seperti penyakit gusi, gangguan autoimun, hingga infeksi yang berkepanjangan.

Menurut para ahli, peradangan yang terus-menerus dapat merusak dinding arteri secara halus dan mengubah cara tubuh memproses lemak.

Pada akhirnya, menjaga kolesterol bukan hanya tentang menghindari gorengan. Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan profil lemak secara lengkap, menjaga jam tidur yang teratur, serta manajemen stres yang baik sebagai langkah menyeluruh untuk menjaga kesehatan jantung Anda.