7 Sayuran yang Cocok Dimakan Saat Cuaca Panas
Ilustrasi - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Cuaca panas membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat. Selain minum air yang cukup, mengonsumsi makanan dengan kandungan air tinggi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Mengutip Harvard Health, sekitar 20 persen asupan air harian dapat berasal dari makanan, terutama buah dan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi. Sejumlah sayuran bahkan memiliki kandungan air sekitar 90 persen atau lebih.
Berikut beberapa jenis sayuran yang cocok dikonsumsi saat cuaca panas.
1. Mentimun
Mentimun menjadi salah satu pilihan sayuran yang cocok disantap saat cuaca panas. Kandungan airnya mencapai lebih dari 96 persen.
Melansir Cleveland Clinic, tingginya kandungan air membuat mentimun dapat menjadi bagian dari makanan yang membantu memenuhi asupan cairan. Mentimun juga mengandung vitamin K dan sejumlah antioksidan.
Mentimun dapat dikonsumsi sebagai lalapan, campuran salad, atau dijadikan bagian dari hidangan segar lainnya.
2. Selada
Selada, terutama jenis iceberg, memiliki kandungan air sekitar 96 persen. Jenis selada lainnya, seperti romaine dan butterhead, juga mengandung air dalam jumlah tinggi.
Mengutip Cleveland Clinic, selada dapat menjadi pilihan makanan yang membantu menambah asupan cairan. Harvard Health juga memasukkan selada romaine sebagai sayuran dengan kandungan air sekitar 95 persen.
Selada cocok dikonsumsi sebagai salad karena dapat dipadukan dengan mentimun, tomat, dan sayuran segar lainnya.
3. Seledri
Seledri mengandung sekitar 95 persen air. Teksturnya yang renyah membuat sayuran ini mudah dikonsumsi sebagai pelengkap makanan atau campuran salad.
Cleveland Clinic dalam laman resminya melaporkan seledri juga mengandung sejumlah mineral, termasuk kalium dan magnesium. Kandungan airnya yang tinggi menjadikannya salah satu pilihan untuk melengkapi menu saat cuaca panas.
4. Tomat
Tomat memiliki kandungan air sekitar 95 persen. Sayuran ini juga mudah ditemukan dan dapat dikonsumsi tanpa melalui proses memasak yang panjang.
Cleveland Clinic juga menuliskan bahwa tomat mengandung likopen, yaitu antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat. Selain menambah asupan air dari makanan, tomat juga memberikan sejumlah zat gizi.
Tomat bisa disantap sebagai lalapan, salad, atau campuran berbagai hidangan.
5. Zucchini
Zucchini atau labu musim panas memiliki kandungan air hampir 95 persen. Sayuran ini dapat diolah dengan cara dipanggang, ditumis ringan, maupun ditambahkan ke dalam salad.
Melansir Cleveland Clinic, zucchini mengandung sejumlah antioksidan, termasuk beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin.
Kandungan air yang tinggi membuat zucchini dapat menjadi salah satu pilihan sayuran untuk menu ketika suhu sedang tinggi.
6. Bayam
Bayam termasuk sayuran hijau dengan kandungan air lebih dari 90 persen. Harvard Health memasukkan bayam ke dalam kelompok sayuran yang memiliki kandungan air antara 90 hingga 100 persen.
Selain air, bayam menyediakan serat serta berbagai vitamin dan mineral. Sayuran ini dapat dikonsumsi dalam bentuk salad maupun diolah menjadi menu sayur.
7. Paprika
Paprika juga termasuk sayuran dengan kandungan air tinggi. Mengutip Harvard Health, paprika masuk dalam kelompok sayuran yang memiliki kandungan air sekitar 90 hingga 100 persen.
Teksturnya yang renyah membuat paprika cocok disantap dalam kondisi segar. Paprika dapat dicampurkan dengan mentimun, tomat, dan selada untuk membuat salad yang lebih beragam.
Mengonsumsi sayuran dengan kandungan air tinggi dapat membantu menambah asupan cairan, tetapi bukan berarti menggantikan kebutuhan minum air.
Melansir Mayo Clinic, kebutuhan cairan setiap orang berbeda dan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk aktivitas fisik, kondisi kesehatan, lingkungan, serta cuaca.
Karena itu, ketika cuaca panas, konsumsi sayuran kaya air sebaiknya tetap disertai kebiasaan minum air secara cukup.
Sumber: Harvard Health/ Cleveland Clinic/ Mayo Clinic.
