Jangan Takut Makan Daging Kambing Saat Idul Adha, Ini Faktanya
Ilustrasi sate kambing - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Menjelang Hari Raya Idul Adha, kekhawatiran masyarakat terhadap konsumsi daging kambing kembali mencuat. Banyak yang ragu berkurban atau mengonsumsi olahan kambing karena takut kolesterol meningkat.
Padahal, anggapan bahwa daging kambing otomatis memicu kolesterol tinggi tidak sepenuhnya benar.
Mengacu pada laman kesehatan Healthline dalam artikel berjudul "Is Goat Meat Healthy? All You Need to Know", daging kambing justru termasuk salah satu daging merah yang relatif lebih sehat. Kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging lain.
Dalam satu porsi, daging kambing bahkan tergolong rendah lemak sehingga kerap disebut sebagai sumber protein yang lebih “lean” atau tanpa banyak lemak.
Pemahaman tentang kolesterol juga kerap disalahartikan. Masih dalam laman Healthline dijelaskan jika kolesterol dalam makanan tidak selalu berdampak langsung pada kadar kolesterol dalam darah. Tubuh manusia justru mengatur produksinya sendiri, sehingga pengaruh makanan tidak selalu signifikan bagi kebanyakan orang.
Artinya, mengonsumsi daging kambing dalam jumlah wajar sebenarnya tidak otomatis membuat kolesterol melonjak.
Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan bahwa faktor utama yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan dan jumlah konsumsi. Asupan lemak jenuh berlebihan dari berbagai sumber makanan tetap bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
Menjelang Idul Adha, momen ketika konsumsi daging meningkat, masyarakat disarankan tetap bijak. Mengolah daging dengan cara sehat seperti direbus, dipanggang, atau dimasak tanpa lemak berlebih lebih dianjurkan dibanding menggoreng atau membakar berlebihan.
Selain itu, pola makan seimbang dengan sayur, buah, dan aktivitas fisik juga berperan besar dalam menjaga kadar kolesterol tetap normal.
Berkurban kambing saat Idul Adha tak perlu dihindari karena alasan kolesterol semata. Yang lebih penting adalah mengontrol porsi dan cara pengolahan, agar ibadah tetap khusyuk tanpa mengabaikan kesehatan.
