Keuangan Bocor Terus? Coba Terapkan Aturan 72 Jam Ini

Ilustrasi - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kondisi keuangan tetap stabil, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan memahami prioritas pengeluaran, seseorang dapat menghindari pemborosan dan meminimalkan risiko masalah keuangan di masa depan.

Perencana keuangan Rista Zwestika CFP, WMI membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu mengendalikan pengeluaran sehari-hari.

1. Ajukan Pertanyaan Sebelum Membeli Barang

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah bertanya kepada diri sendiri sebelum memutuskan membeli suatu barang.

"Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?" kata Rista, dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026) 

Menurutnya, pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang menilai tingkat urgensi suatu pembelian. Dengan cara ini, keputusan belanja tidak hanya didasarkan pada keinginan sesaat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya.

2. Terapkan Jeda Sebelum Membeli Barang yang Tidak Direncanakan

Rista menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru membeli barang yang muncul secara spontan di luar rencana anggaran.

"Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang tidak direncanakan," ujarnya.

Penerapan jeda waktu ini efektif untuk mengurangi keputusan belanja yang dipengaruhi emosi, rasa penasaran, atau dorongan sesaat akibat promosi.

3. Kenali Ciri-Ciri Barang yang Termasuk Kebutuhan

Sebuah barang dapat dikategorikan sebagai kebutuhan apabila keberadaannya mendukung aktivitas utama sehari-hari. Jika tanpa barang tersebut seseorang kesulitan bekerja, belajar, atau menjalankan rutinitas penting lainnya, maka pembelian tersebut termasuk prioritas.

Memahami kategori kebutuhan membantu seseorang lebih fokus mengalokasikan anggaran pada hal-hal yang benar-benar penting.

4. Bedakan Barang yang Hanya Menambah Kenyamanan

Tidak semua barang yang menarik untuk dibeli termasuk kebutuhan. Jika suatu produk hanya berfungsi menambah kenyamanan, mengikuti tren, atau status sosial, maka kemungkinan besar masuk kategori keinginan.

Selain itu, jika pembelian dapat ditunda tanpa mengganggu aktivitas utama, maka barang tersebut tidak bersifat mendesak untuk dimiliki saat itu juga.

5. Gunakan Waktu Tunggu untuk Evaluasi Kembali Kebutuhan

Selama masa jeda, seseorang dapat menilai kembali apakah barang yang ingin dibeli benar-benar diperlukan atau hanya sekadar keinginan.

Sering kali keinginan membeli akan berkurang setelah beberapa hari. Jika setelah masa tunggu barang tersebut masih dianggap penting, maka keputusan pembelian dapat dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang.

6. Hindari Pengeluaran Impulsif karena Diskon dan Tren

Promosi besar-besaran dan tren yang sedang populer kerap menjadi pemicu belanja impulsif. Banyak orang membeli barang bukan karena membutuhkan, melainkan karena takut ketinggalan atau tergoda harga murah.

Dengan membiasakan diri menunda keputusan pembelian, risiko pengeluaran yang tidak perlu dapat ditekan sehingga kondisi keuangan lebih terjaga.

7. Jadikan Prioritas Keuangan sebagai Dasar Setiap Pembelian

Dalam situasi ekonomi yang menantang, kemampuan menentukan prioritas menjadi semakin penting. Setiap pengeluaran sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan utama keluarga.

Menempatkan kebutuhan di atas keinginan membantu menjaga arus kas tetap sehat, mengurangi tekanan finansial, serta memberikan ruang untuk menabung dan mempersiapkan dana darurat.