Israel Klaim Khamenei Tewas, Iran Tegaskan Masih Hidup

Ayatollah Ali Khamenei - (foto by Reuters)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan adanya tanda-tanda kuat bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan gabungan Israel-Amerika Serikat, Sabtu (28/2).

Namun, pemerintah Iran secara tegas membantah klaim tersebut dan memastikan bahwa Khamenei dalam kondisi aman serta tetap memimpin.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Netanyahu mengatakan pihaknya telah “

melenyapkan pejabat senior dalam rezim ayatollah, komandan Garda Revolusi, dan tokoh senior program nuklir.

Ia menegaskan operasi militer akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan dengan target ribuan titik strategis lainnya.

Media Israel, N12, melaporkan bahwa Netanyahu disebut telah menerima bukti berupa foto jenazah Khamenei setelah serangan di Teheran. 

Diberitakan CNN Internasional, dua sumber Israel mengonfirmasi kepada bahwa pemimpin tertinggi Iran diduga tewas dalam serangan udara tersebut dan pengumuman resmi tengah dipersiapkan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan pernyataan. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump menyebut Washington percaya bahwa laporan dari Israel mengenai kematian Khamenei adalah benar.

“Kami merasa itu adalah cerita yang benar,” ujarnya.

Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi global terkait nasib pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Namun pemerintah Iran membantah keras kabar tersebut. Kantor berita resmi Iran seperti Tasnim News Agency dan Mehr News Agency melaporkan bahwa Khamenei masih hidup dan tetap memimpin jalannya pertahanan negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa presiden dan pemimpin tertinggi berada dalam kondisi “aman dan sehat.” 

Otoritas Iran juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh apa yang mereka sebut sebagai “perang mental” dari pihak musuh.

Laporan yang dikutip dari The Guardian menyebutkan bahwa hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang benar-benar independen mengenai nasib Khamenei. Kedua pihak disebut memiliki kepentingan besar dalam membentuk narasi masing-masing.

Ali Khamenei telah menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989. Ia merupakan tokoh paling berpengaruh dalam struktur kekuasaan Iran, menjabat sebagai kepala negara sekaligus panglima tertinggi militer.

Ia juga memiliki otoritas penuh atas aparat keamanan nasional serta mengendalikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang memegang peran penting dalam keamanan internal dan strategi militer Iran.

Hingga Minggu (1/3/2026), dunia internasional masih menunggu kejelasan resmi terkait kabar tersebut. Ketidakpastian ini semakin mempertegang situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sudah berada di ambang eskalasi besar.