Amerika Serikat Kembali Serang Iran

Selat Hormuz - (foto by Antara/ Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz. 

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi yang dituding dilakukan Iran terhadap sejumlah kapal dagang yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer itu dilakukan untuk memberikan respons tegas terhadap serangan yang menyasar kapal komersial yang diawaki warga sipil. 

"Komando Pusat AS telah melancarkan serangkaian serangan yang kuat terhadap Iran untuk memberikan dampak besar kepada mereka karena sudah mengincar dan menyerang kapal komersial yang diawaki orang sipil tak bersalah di perairan internasional," kata CENTCOM melalui media sosial X, Selasa (7/7).

KCENTCOM menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan balasan atas serangan terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.

"Serangan tersebut adalah untuk membalas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran itu tidak beralasan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," kata CENTCOM.

Laporan Axios menyebutkan serangan militer Amerika Serikat mengincar sejumlah fasilitas strategis milik Iran. Target operasi meliputi sistem pertahanan udara, perangkat pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, lokasi peluncuran rudal jelajah anti-kapal, fasilitas pesawat nirawak (drone), hingga infrastruktur pelabuhan.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang dikutip Axios mengungkapkan bahwa intensitas serangan kali ini jauh lebih besar dibandingkan operasi sebelumnya. 

Menurutnya, kekuatan serangan terbaru meningkat sekitar empat hingga lima kali lipat dibandingkan serangan yang dilakukan sekitar 10 hari lalu.

Sebelumnya media nasional Iran, IRIB, melaporkan sebuah kapal Qatar bernama Al-Rekayyat berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat. Namun, kapal tersebut disebut menjadi sasaran serangan setelah beberapa kali menerima peringatan.

Di sisi lain, PBS News melaporkan sedikitnya tiga kapal tanker terdampak serangan proyektil dalam insiden yang terjadi di Selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir.

Ketegangan di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian dunia karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting. Setiap eskalasi konflik di wilayah ini berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan maritim dan perdagangan internasional.

Sumber: Sputnik/Antara