Gempa M5,9 Guncang Jepang, Tokyo Ikut Berguncang
Ilustrasi - (foto by pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Jepang bagian timur pada Minggu dini hari. Getaran cukup kuat dirasakan di Tokyo dan sejumlah wilayah di sekitar ibu kota.
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Pusat gempa berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki dengan kedalaman sekitar 68 kilometer.
Guncangan mencapai intensitas 5 lemah dalam skala seismik Jepang yang memiliki tingkat maksimum 7. Intensitas tersebut tercatat di sejumlah wilayah Prefektur Ibaraki, Saitama, Chiba, serta Tokyo.
Di Tokyo, Distrik Adachi termasuk kawasan yang merasakan guncangan dengan intensitas 5 lemah. Sejumlah wilayah lain di ibu kota mengalami guncangan dengan intensitas yang lebih rendah.
Gempa yang terjadi ketika sebagian besar warga sedang tidur tersebut juga menyebabkan sejumlah orang terluka.
Di Saitama, sebelah utara Tokyo, seorang pria muda dan seorang perempuan berusia sekitar 70 tahun dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, tiga orang lainnya dilaporkan terluka di Kawasaki, wilayah yang berada tepat di sebelah selatan Tokyo.
Otoritas setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa dan kemungkinan adanya korban tambahan.
Guncangan gempa turut mengganggu aktivitas transportasi di wilayah terdampak.
Sejumlah layanan kereta mengalami keterlambatan pada awal operasional setelah gempa. Operator kereta JR East bersama sejumlah operator lainnya melakukan pemeriksaan terhadap jalur dan fasilitas untuk memastikan kondisi tetap aman.
Gangguan transportasi tersebut terjadi di tengah aktivitas masyarakat Jepang yang mulai kembali berjalan setelah gempa berlalu.
Kerusakan fasilitas juga dilaporkan terjadi di Tokyo. Di Distrik Koto, sebuah pipa saluran air utama pecah.
Pemerintah Metropolitan Tokyo tengah menyelidiki apakah kerusakan tersebut memiliki kaitan langsung dengan gempa.
Sementara itu, guncangan dengan intensitas 5 lemah juga tercatat di sejumlah wilayah Prefektur Saitama dan Chiba.
Gempa terasa dalam wilayah yang cukup luas, termasuk kawasan timur laut hingga bagian tengah Jepang.
Operator pembangkit listrik tenaga nuklir Jepang melaporkan tidak menemukan adanya kelainan setelah gempa mengguncang wilayah timur negara tersebut.
Pemeriksaan dilakukan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tokai No. 2 di Prefektur Ibaraki, serta PLTN Fukushima Daiichi dan Fukushima Daini di wilayah timur laut Jepang.
Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ditemukan gangguan yang berkaitan dengan gempa pada fasilitas-fasilitas nuklir tersebut.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan melalui media sosial bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan sejauh mana kerusakan akibat gempa.
Ia juga meminta agar informasi mengenai kondisi terkini disampaikan kepada masyarakat secara tepat waktu.
Pemerintah Jepang kemudian meningkatkan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak untuk mengetahui kondisi infrastruktur, korban luka, maupun potensi kerusakan lainnya.
JMA mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa dengan intensitas 5 lemah dalam sepekan ke depan.
Kewaspadaan terutama diperlukan selama dua hingga tiga hari setelah gempa utama karena masih terdapat kemungkinan terjadinya guncangan susulan.
JMA juga mengeluarkan peringatan dini gempa segera setelah guncangan terdeteksi.
Meski tidak menimbulkan tsunami, gempa M5,9 tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Jepang timur. Gangguan transportasi, kerusakan fasilitas, dan laporan warga terluka menjadi sejumlah dampak yang muncul setelah guncangan terjadi.
Sumber: Kyodo/Antara
