Banjir dan Longsor Nepal-China, Lebih dari 1.400 Orang Hilang

Banjir dan Longsor Nepal-China, Lebih dari 1.400 Orang Hilang - (foto by ANTARA/Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang setelah banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di sepanjang perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China.

Bencana tersebut juga menewaskan lebih dari 390 orang dari kedua sisi perbatasan.

Tim pencarian dan penyelamatan masih dikerahkan pada Kamis (27/8), sehari setelah bencana melanda kawasan pegunungan tersebut.

Sejumlah laporan menyebut bencana kemungkinan dipicu runtuhnya gletser yang kemudian memicu banjir dan longsor.

Otoritas pariwisata Nepal menyebut warga yang belum ditemukan berasal dari lebih dari 30 negara. Di antara mereka terdapat warga India, Malaysia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Satu keluarga asal Jepang yang terdiri dari lima orang, termasuk anak-anak, juga dilaporkan hilang.

Otoritas Nepal menyatakan keluarga tersebut memasuki Nepal dari wilayah China dan diduga sedang mengikuti perjalanan wisata.

Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu telah meminta bantuan otoritas Nepal untuk melakukan pencarian terhadap keluarga tersebut.

Dugaan runtuhnya gletser menjadi salah satu faktor yang tengah diteliti.

Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Hidenori Watanabe, profesor Universitas Tokyo, gletser dengan perkiraan lebar sekitar 1 kilometer dan panjang 2 kilometer kemungkinan runtuh dan bergerak sejauh sekitar 1,2 kilometer hingga mencapai dasar lembah.

Di Nepal, Sungai Bhotekoshi di kawasan pegunungan Rasuwa meluap akibat bencana tersebut. Arus deras merusak sejumlah rumah dan infrastruktur, termasuk fasilitas pembangkit listrik tenaga air.

Sementara itu, dampak bencana juga terjadi di wilayah Tibet, China. Kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan lebih dari 550 orang masih belum ditemukan setelah longsor menerjang Shigatse, salah satu kota utama di Daerah Otonom Tibet.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan untuk menemukan warga yang masih hilang, sementara otoritas di kedua negara melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan akibat bencana.

Sumber: ANTARA/Kyodo