IRGC Klaim Serang Basis Logistik AS di Pelabuhan Duqm Oman

Pelabuhan Duqm Oman - (foto by wikipedia)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pusat dukungan logistik dan fasilitas pengisian bahan bakar yang melayani kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman. 

Serangan itu disebut sebagai fase ketiga operasi balasan Iran atas aksi militer terbaru yang dilakukan Amerika Serikat.

Hal ini ditulis dalam pernyataan yang dipublikasikan Sepah News pada Minggu (12/7).

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyebut dukungan masyarakat Iran tercermin dari prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang menurut mereka dihadiri puluhan juta warga. Hal itu dinilai menjadi simbol persatuan nasional dan semangat para pejuang Iran.

Pernyataan tersebut ditutup dengan kutipan ayat Al-Qur'an, "Kemenangan hanyalah milik Allah semata, yang Maha Esa, dan Maha Bijaksana."

Klaim serangan itu disampaikan setelah militer Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya di wilayah selatan Iran. Menurut IRGC, langkah tersebut terjadi sebagai respons atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Garda Revolusi.

Selain itu, IRGC mengklaim telah melumpuhkan kapal kedua yang disebut melanggar aturan pelayaran di Selat Hormuz melalui operasi militer balasan.

IRGC juga mengklaim fase kedua operasi balasan sebelumnya berhasil menghantam Pangkalan Udara AS di Al Udeid, Qatar. Menurut mereka, rudal balistik yang diluncurkan mengenai pusat perbaikan dan perawatan pesawat tempur serta fasilitas kendali pangkalan tersebut.

Iran turut memperingatkan bahwa setiap kelanjutan serangan dari Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas dengan operasi militer yang lebih besar.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada Sabtu (11/7). Operasi itu dilakukan setelah sebuah kapal kontainer berbendera Siprus diserang saat melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup setelah terjadi serangan terhadap sebuah kapal yang melintasi jalur yang tidak disetujui. Teheran juga memperingatkan bahwa setiap tindakan balasan terkait insiden tersebut akan mendapat "respons keras."

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Oman maupun pihak Amerika Serikat terkait klaim IRGC mengenai serangan terhadap fasilitas di Pelabuhan Duqm.

Sumber : IRNA/Antara