Trump Tolak Proposal Balasan Iran Akhiri Perang
Presiden Amerika Serikat Donlad Trump - (foto by AFP)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan syarat yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah tidak dapat diterima.
Penolakan itu disampaikan setelah Teheran merespons proposal damai terbaru dari Amerika Serikat.
Sebelumnya, Iran dilaporkan memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu membalas serangan AS di Selat Hormuz. Namun, Trump tidak memerinci isi tanggapan Iran terhadap proposal damai tersebut.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan penolakannya terhadap syarat yang diajukan Teheran.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya - SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump, seperti dikutip dari AFP
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah IRIB, respons Iran terhadap proposal damai AS berfokus pada upaya menghentikan konflik di seluruh kawasan, terutama di Lebanon.
Sementara itu, laporan The Wall Street Journal menyebut Iran kemungkinan mengusulkan sebagian uranium yang diperkaya tinggi diencerkan, sedangkan sisanya dipindahkan ke negara ketiga.
Dalam tanggapan yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator, Iran juga meminta jaminan bahwa uranium yang dipindahkan akan dikembalikan apabila negosiasi gagal atau AS kembali menarik diri dari perjanjian.
Di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat.
"Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur," kata Pezeshkian melalui X, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (11/6).
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai konflik belum akan berakhir hingga uranium yang diperkaya Iran dipindahkan dan fasilitas nuklirnya dibongkar.
"Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir yang harus dikeluarkan dari Iran. Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar," ujar Netanyahu dalam wawancara.
Netanyahu juga mengeklaim Trump memiliki pandangan yang sama terkait perlunya pengangkutan uranium Iran tersebut.
Sumber: AFP, CNN
