Iran Gempur Pangkalan AS, 560 Tentara Tewas dan Luka

Ilustrasi serangan di Iran - (foto by WANA/West Asia News Agency)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim sedikitnya 560 personel militer Amerika Serikat tewas dan luka-luka akibat serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars, IRGC menyebut bahwa serangan menyasar pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka," sebut pernyataan tersebut, dikutip dari Antara, senin (2/3)

IRGC menyatakan dua rudal balistik menghantam pangkalan militer AS di Bahrain. Selain itu, empat serangan pesawat tak berawak dilaporkan menargetkan pangkalan angkatan laut di negara tersebut.

Serangan drone itu diklaim menyebabkan “kerusakan serius” pada pusat komando dan fasilitas dukungan militer.

Selain itu, tiga objek di pangkalan angkatan laut Mohammed A

Sehari sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Laporan awal menyebutkan adanya kerusakan infrastruktur dan korban sipil.

Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam rangkaian serangan tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, memperluas eskalasi konflik yang dikhawatirkan berdampak pada stabilitas regional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait jumlah korban yang diklaim oleh IRGC. Situasi di kawasan masih berkembang dengan ketegangan yang terus meningkat.