Trump Klaim Negosiasi dengan Iran Berjalan Sangat Baik
Presiden AS Donald Trump - (foto by Anadolu)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pembicaraan antara Washington dan Teheran dalam 24 jam terakhir berjalan positif dan membuka peluang besar tercapainya kesepakatan baru terkait konflik dan program nuklir Iran.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan,” ujar Trump di Ruang Oval, Rabu (6/5).
Trump kembali menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. “Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujuinya,” katanya.
Saat ditanya mengenai tenggat waktu negosiasi, Trump menegaskan bahwa tidak ada batas waktu khusus dalam proses tersebut. “Tidak pernah ada tenggat waktu,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan stasiun televisi PBS, Trump menyebut proposal kesepakatan mencakup pemindahan cadangan uranium yang telah diperkaya ke AS serta penghentian seluruh aktivitas fasilitas nuklir bawah tanah Iran.
Meski optimistis kesepakatan segera tercapai, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Teheran. “Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan jatuhkan bom,” katanya.
Trump turut membantah laporan yang menyebut Iran masih diperbolehkan melakukan pengayaan uranium hingga 3,67 persen dalam kerangka kesepakatan tersebut. Ia menegaskan ketentuan itu tidak termasuk dalam proposal saat ini.
Sementara itu, Iran menyatakan proposal AS yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dikaji secara internal. Teheran disebut akan menyampaikan keputusan resmi setelah proses penilaian selesai.
Laporan menyebut Washington menunggu respons Iran terhadap sejumlah isu utama dalam 48 jam ke depan.
Meski belum tercapai kesepakatan final, pejabat AS menilai perundingan kali ini menjadi yang paling mendekati kesepakatan awal sejak konflik berlangsung.
Draf memorandum yang dibahas disebut mencakup penghentian perang dan pembukaan negosiasi lanjutan selama 30 hari untuk merumuskan kesepakatan lebih rinci.
Negosiasi tahap berikutnya diperkirakan akan membahas pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi AS.
Menurut laporan Axios, Islamabad dan Jenewa menjadi lokasi yang dipertimbangkan untuk putaran negosiasi berikutnya.
Dalam rancangan kesepakatan itu, Iran disebut akan menyetujui moratorium pengayaan uranium, sementara AS secara bertahap melonggarkan sanksi dan mencairkan dana Iran yang dibekukan.
Kedua negara juga disebut akan melonggarkan pembatasan terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, termasuk pembatasan pengiriman oleh Iran dan blokade angkatan laut AS.
Namun, durasi moratorium pengayaan uranium masih menjadi perdebatan. Iran mengusulkan masa lima tahun, sedangkan AS menginginkan moratorium berlangsung hingga 20 tahun.
Sumber: Anadolu-Antara
