Iran Nilai AS Langgar Kesepakatan, Selat Hormuz Terancam Ditutup

Selat Hormuz. (Foto by AP/Bill Foley)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Iran menyatakan akan menutup Selat Hormuz bagi pelayaran sebagai respons atas dugaan pelanggaran nota kesepahaman perdamaian oleh Amerika Serikat serta berlanjutnya serangan Israel di Lebanon. Pernyataan ini disampaikan oleh militer Iran pada Sabtu (20/6).

Militer Iran menilai Amerika Serikat tidak menjalankan komitmen dalam kesepakatan awal, khususnya terkait gencatan senjata di berbagai front konflik, termasuk Lebanon.

“Mengingat pelanggaran terang-terangan atas janji AS dan kegagalan mengimplementasikan klausul pertama nota kesepahaman untuk mengakhiri perang, serta sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon selatan,” kata Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, seperti dikutip stasiun TV nasional Iran, IRIB.

Dalam pernyataan lanjutan, pihak militer Iran juga menegaskan keputusan strategis terkait jalur pelayaran internasional tersebut.

“Penutupan Selat Hormuz dengan ini diumumkan,” kata markas besar angkatan bersenjata Iran tersebut.

Khatam Al-Anbiya menambahkan bahwa Iran dapat mengambil langkah lebih lanjut apabila Israel terus melanjutkan serangan di Lebanon. Hal ini disebut sebagai upaya untuk menekan kepatuhan terhadap kesepakatan perdamaian yang telah disepakati

Di sisi lain, pembicaraan teknis antara delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung di resor pegunungan Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026. Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Sabtu (20/6).

“Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad, pembicaraan tingkat teknis akan dilaksanakan di Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni 2026,” kata kementerian tersebut.

Pertemuan ini akan melibatkan perwakilan Amerika Serikat dan Iran, serta mediatordari Pakistan dan Qatar.

Sebelumnya, perundingan yang dijadwalkan pada 19 Juni sempat ditunda akibat meningkatnya ketegangan di Lebanon antara Israel dan Hizbullah.

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menyelesaikan penyusunan nota kesepahaman pada 14 Juni. Kedua negara kemudian menandatangani dokumen tersebut secara tidak langsung pada malam sebelum 18 Juni.

Kesepakatan itu dirancang untuk mengakhiri konflik militer yang disebut dimulai sejak 28 Februari. Selain itu, memorandum tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait isu nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.

Dokumen tersebut juga mencakup rencana pencabutan blokade angkatan laut oleh AS serta pemulihan pelayaran di Selat Hormuz oleh Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ Antara