Trump Klaim Kesepakatan Damai AS–Iran Tercapai Pekan Ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - (foto by Sputnik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran berpotensi segera ditandatangani dalam waktu sangat dekat, bahkan diperkirakan hanya dua hingga tiga hari ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan awak media saat ia menjelaskan perkembangan terbaru proses negosiasi antara kedua negara.
“Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan memungkinkan (Iran) memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Dan selat itu (Hormuz) akan dibuka kembali segera. Selat itu akan dibuka segera setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari,” kata Trump kepada para wartawan, sebagaimana yang dikutip dari Antara, Rabu (10/6).
Saat diminta memperjelas waktu yang dimaksud, Trump kembali menegaskan bahwa proses tersebut benar-benar berada di tahap akhir. Ia menyebut tenggat waktunya bukan hitungan minggu, melainkan hanya beberapa hari.
“Kami memiliki peluang yang baik untuk mewujudkannya. Sejujurnya, kami seharusnya bisa menyelesaikannya dalam satu jam jika memang mau. Saya pikir kami sangat dekat dengan kesepakatan yang sangat baik, kuat, dan penting,” tambahnya.
Ketegangan antara AS dan Iran sendiri masih memiliki latar konflik panjang. Pada 28 Februari, AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi sempat mereda setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 7 April. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan terobosan berarti.
Hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung dengan fokus pada penyusunan rancangan memorandum kesepahaman sebagai kerangka dasar kesepakatan. Meski begitu, dinamika di lapangan masih diwarnai ketegangan dengan adanya serangan terbatas yang terjadi secara sporadis dari kedua pihak.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ Antara
