Trump Batalkan Utusan ke Pakistan, Negosiasi AS-Iran Mandek

Presiden Amerika Serikat Donlad Trump - (foto by Sputnik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan untuk membahas negosiasi dengan Iran.

Trump menyatakan keputusan itu diambil karena menilai perjalanan tersebut tidak akan menghasilkan kemajuan.

"Saya bilang, 'tidak, kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana. Kita memegang semua kartu,'" ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (26/4).

"'Kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tak ada hasilnya", lanjut pernyataan tersebut.'

Meski demikian, Trump menegaskan pembatalan tersebut tidak berarti Amerika Serikat akan kembali melanjutkan serangan militer, sebagaimana dilaporkan Axios. Ia menilai kondisi internal Iran tengah diliputi ketidakjelasan kepemimpinan yang dapat memperlambat proses negosiasi.

"Tak ada yang tahu siapa yang berkuasa, termasuk mereka. Selain itu, kita memegang semua kartu, mereka tidak punya apa-apa! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!" tulis Trump di Truth Social.

Walau membatalkan pengiriman utusan, Trump menegaskan Washington tetap membuka peluang dialog dengan Teheran.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba di Pakistan pada Jumat untuk mengikuti upaya mediasi antara kedua negara. Namun, sejumlah laporan menyebut delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan lokasi perundingan sebelum kedatangan utusan AS.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan sejak 7 April, tetapi perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.

Situasi memanas kembali setelah AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara pihak mediator masih berupaya mengatur putaran negosiasi berikutnya.

Sumber: Sputnik/ANTARA