Demo Besar di Iran Usai Ali Khamenei Wafat
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai wilayah Iran pada Minggu setelah pemerintah mengumumkan gugurnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Peristiwa tersebut secara drastis meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memicu gelombang reaksi publik di dalam negeri.
Warga turun ke jalan di sejumlah kota sebagai bentuk duka sekaligus protes atas kematian tokoh yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade itu.
Di ibu kota Teheran, ratusan orang berkumpul di Lapangan Inkilap. Mereka mengibarkan bendera nasional, membawa poster bergambar Khamenei, serta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Amerika Serikat dan Israel.
Sementara itu, di kota suci Qom, massa memadati area sekitar Makam Hazrat Masume. Para demonstran menyuarakan kecaman keras terhadap serangan yang disebut telah merenggut nyawa pemimpin revolusi tersebut.
Suasana duka juga menyelimuti Mashhad. Di kompleks Makam Imam Reza, bendera hitam dibentangkan di atas kubah sebagai simbol berkabung. Sejumlah pelayat terlihat meneteskan air mata saat berkumpul di sekitar situs keagamaan paling dihormati di Iran tersebut.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei wafat akibat serangan yang terjadi pada Sabtu pagi di Teheran. Dalam pernyataan resminya disebutkan bahwa "pemimpin revolusi Islam Iran telah mencapai kemartiran."
Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan mengumumkan libur resmi selama tujuh hari.
Menurut pejabat setempat, Khamenei berada di kantornya di Teheran saat serangan terjadi. Serangan tersebut dilaporkan langsung menghantam lokasi dan menyebabkan kematiannya.
Media pemerintah juga membantah keras klaim yang menyebut Khamenei bersembunyi di bunker bawah tanah ketika serangan berlangsung. Mereka menegaskan bahwa ia "sedang menjalankan tugasnya, berada di tengah masyarakat" pada saat kejadian.
Kematian tersebut digambarkan sebagai refleksi dari peran kepemimpinan publiknya selama bertahun-tahun memimpin negara.
Sumber-sumber Iran melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk putri, menantu laki-laki, cucu, serta menantu perempuannya, turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Selain itu, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan total 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut. Angka ini memperlihatkan besarnya dampak militer yang terjadi dan memperdalam ketegangan regional.
Situasi keamanan di berbagai kota kini berada dalam pengawasan ketat aparat, sementara komunitas internasional memantau perkembangan yang berpotensi memicu konflik lebih luas di Timur Tengah.
Sumber: Anadolu
